|
Nasional
Militer Singapura 'Menyerah', Militer AS Berkuasa
Senin, 17 Januari 2005 | 23:04 WIB
TEMPO Interaktif, Medan:Singapura tidak merasa kecil hati dan merasa telah berbuat banyak dalam misi kemanusiaan membantu korban gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatra Utara. Tim Singapura beberapa saat kejadian langsung turun dan berkordinasi dengan militer Indonesia, terutama Angkatan Udaranya untuk memasok bantuan ke wilayah terisolir dengan transportasi udara. Masuknya Amerika, dianggap mempermudah bagian kerja tim militer Singapura, dan tidak ada hubungannnya dengan penarikan tiga helikopter Chinoox kembali ke pangkalannya di Singapura.
Menurut Brigjen N Goh, Komandan Operasi Militer Singapura yang bermarkas di Hotel Novotel Medan, Jalan Cirebon, Senin sore,17/01, menjawab Tempo, usai menerima kedatangan Marsekal Muda TNI.M.Basri Sidehabi. "Tidak. Kami tidak berkecil hati. Kami sebelumnya
telah mepunyai hubungan baik denga nTNI, sehingga
ketika mereka membutuhkan, kami langsung membantu,"katanya.
.
Dengan peristiwa ini juga, kami semakin erat. Saat ini
Singapura menarik beberapa peralatanhya karena bukan
karena itu, kami lebih menekankan apa yang sangat
dibutuhkan rakyat.
Goh, juga menegaskan kalau militer Singapura
terpanggil untuk membantu transportasi udara. Mereka
memfokuskan ke Meulaboh karena wilayahn itu sulit
dijangkau dan terisolir dengan korban yang dahsyat."Kami di sini sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
Militer datang tanggal 26 bulan lalu dengan helikopter
karena sangat dibutuhkan untuk droping ke daratan
Meulaboh,"katanya.
Ketika telah semuanya mulai berjalan dengan baik,
dimana semua akses Meulaboh sudah mulai terbuka.
Makanya pemerintah Singapura membuat kebijakan baru
untuk mengirim lebih banyak NGO daripada militer
untuk membantu rakyat Meulaboh. Keberadaan kami dua
minggu sudah dapat menggambarkan apa yang sangat
dibutuhkan di Meulaboh,"lanjutnya.
Sementara itu, Komandan Satgas Udara yang Kordinir
Tugas Militer Asing, Marsekal M.Basri Sidehabi
menyatakan sangat berterimakasih kepada Singapura
yang telah mengirimkan bantuan helikopter Chinoox
dalam membantu daerah-daerah terisolir karena tidak
dapat didarati kapal-kapal dan dtempuh dari darat.
"Indonesia berterimakasih sekali kepada Singapura atas
bantuannya melakukan "jembatan udara" membantu
logistik wilayah bencana dan evakuasi pengungsi selama
dua minggu terakhir ini. Selain membantu bidang
kesehatan di Meulaboh,"katanya.
Seperti penjelasan tadi, Sidehabi menjelaskan
pengurangan pasukan dan helikopter Singapura karena
Meulaboh mulai normal dan sudah bisa ditempuh melalui
darat dan laut."Kita melihat Meulaboh sudah normal dan
nantinya pasukan Singapura diganti dengan NGO/ red
Cross dari Singapura,"katanya.
Bambang Soed
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|