|
Nasional
16 Suku Terasing Masih Merasa Terpinggirkan
Selasa, 18 Januari 2005 | 16:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jambi - Sebanyak 16 suku asli minoritas/terasing tengah berkumpul di Jambi. Mereka mendiskusikan nasib suku mereka ke depan. Salah satu kesimpulan diskusinya adalah mereka masih tetap merasa terpinggirkan atas hak, sumber daya, dan budaya.
Mereka juga merasa keberadaannya masih dinilai banyak pihak sebagai penghalang pembangunan. Mereka sepakat untuk berjuang mencapai kehidupan yang lebih baik.
Suku yang berkumpul di Hotel Tepian Ratu Jambi, Selasa (18/1), itu antara lain Orang Rimba, Bathin IX, Talang Mamak, Sakai, Orang Akit, Orang Utan, Orang Bajau, Orang
Laut, Moronene, dan Suku Seko. Mereka berkumpul atas fasilitas Masyarakat Komunitas
Konservasi Indonesia Warung Informasi (KKI Warsi.
"Kami juga warga negara Indonesia, tapi kami merasa sangat kurang diperhatikan, bahkan kini kami sudah tersingkirkan," kata Mansyur, utusan Suku Moronene, kawasan hutan Sulawesi Tenggara.
Temenggung Tarif, utusan dari Orang Rimba yang hidup dikawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi menambahkan, pemerintah tidak pernah tahu akan kehidupan mereka sesungguhnya.
"Sejak dulu memang sudah ada upaya pemerintah untuk membantu kami, antara lain dengan merumahkan kami, tapi mereka tidak pernah tahu tentang apa (sebenarnya yang) kami inginkan. Terutama kami memiliki budaya sendiri tidak mau meninggalkan kawasan rimba yang memang itulah rumah kami," ujarnya.
Temenggung Tarif mengutarakan, kebudayaan yang mereka miliki tidak dapat dilepas begitu saja, sebab itulah cara kehidupan yang dilakukan para nenek moyang mereka sejak dulu.
Syaipul Bakhori
INDEKS BERITA LAINNYA :
|