Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Butuh Lima Tahun Perbaiki Infrastruktur Pangan di Aceh
Selasa, 18 Januari 2005 | 16:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menekankan perlunya program jangka panjang, selain jangka pendek dan menengah untuk memperbaiki kondisi pertanian dan pengadaan pangan di Indonesia. Menurut Direktur Jenderal FAO Jacques Diouf, setidaknya diperlukan lima tahun untuk memperbaiki sistem drainase, kanal dan infrastruktur lainnya yang mendukung produksi pangan bagi warga Aceh.

FAO menekankan rehabilitasi mata pencaharian dan kegiatan ekonomi sosial di daerah pesisir pantai pasca tsunami. Sebab daerah ini, menurut Diouf, merupakan kawasan yang paling parah terkena bencana tsunami. "Ini menjadi prioritas kami agar mereka (nelayan) bisa kembali bekerja," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/1).

Menurut Diouf, organisasi ini akan membantu para nelayan agar kembali bisa melaut. Bantuan yang diberikan diantaranya berupa perahu dan alat-alat perikanan. Pihaknya juga akan memperbaiki dan merekonstruksi infrastruktur yang mendukung seperti pelabuhan, tempat penyimpanan ikan, jalan-jalan dan pasar sebagai langkah awal untuk menghidupkan perdagangan ikan dan restorasi di sektor perikanan.

Badan ini juga akan membantu penyediaan air bersih bagi para korban. Sebab sumber-sumber air di daratan telah tercemar air laut pasca bencana itu. Diouf memperkirakan setidaknya 30 ribu hektar tanah belum bisa ditanami karena mengandung kadar garam yang tinggi. Oleh karena itu menurutnya, FAO akan "mencuci" lahan pertanian dari air laut dan menguji kelayakkannya, memperbaiki sistem drainase dan irigasi. Pihaknya juga akan membantu pengadaan bibi, pupuk, ternak kecil dan peralatan untuk kembali mengaktifknan kegiatan pertanian ini.

Edy Can?Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Rumah penduduk yang hancur karena bencana tanah longsor di desa Kemanukaan, Kec. Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Rini/ PWI. Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

WFP: Butuh US$ 110 Juta untuk Pangan Korban Tsunami
Bandara Sabang Mulai Didarati Helikopter Asing
Iran Hibahkan US$ 2 Juta untuk Aceh
Bappenas: Kerugian Akibat Bencana di Aceh US$ 4-4,5 Miliar
Evakuasi Jenazah Terhambat Hujan Deras
DPR Bahas Interpelasi SK Wapres
Jerman Akan Bantu Sistem Peringatan Dini
Militer Singapura 'Menyerah', Militer AS Berkuasa
Pasca Tsunami, Terjadi Gempa Susulan 316 Kali
Presiden: Pembangunan Aceh Utamakan Sektor Pertanian
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data