|
Nasional
Cuaca Penyebab Kecelakaan Lion Air
Rabu, 19 Januari 2005 | 16:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Setyo Rahardjo mengungkapkan penyebab kecelakaan pesawat Lion Air MD-82 di Bandara Adisumarmo, Solo 30 November lalu hampir dapat dipastikan karena faktor cuaca. ?Lebih dominan memang musibah itu karena cuaca. Kami sudah menyelidiki terhadap faktor manusia, teknis pesawat dan Bandara. Laporan hasil penyelidikan ini hampir final,? katanya di Jakarta, Rabu (19/1).
Laporan hasil penelitian black box yang dilakukan di Amerika Serikat, kata Setyo, sudah dikirimkan ke Menteri Perhubungan. ?Beliaulah yang berwenang dan berhak mempublikasikannya. Namun bila memang kami diperintahkan untuk menyampaikan pada masyarakat, kami siap melaksanakannya,? jelasnya.
Ia lebih lanjut menjelaskan mengenai cuaca penyebab kecelakaan itu bisa dipengaruhi berbagai aspek, antara lain adanya badai lokal, pengaruh angin, hujan dan lain-lain. Menurutnya bisa saja kecelakaan tersebut tidak disebabkan oleh salah satu aspek cuaca melainkan akumulasi dari beberapa aspek yang telah disebutkan di atas.
Sebelumnya Menteri Perhubungan, Hatta Rajasa, menegaskan tidak ada pendaratan tidak tepat (over shoot) dalam kecelakaan tersebut. ?Ini berita menggembirakan di tengah kekhawatiran dominannya faktor tersebut,? katanya. Sementara itu dari hasil audit terhadap maskapai penerbangan yang dilakukan Departemen Perhubungan 14 Desember 2004-7 Januari 2005 terhadap 22 maskapai penerbangan aktif, menyatakan Lion Air dalam klasifikasi normal.
?Laporan hasil audit baru satu yang diselesaikan yaitu Lion Air dan dinyatakan dalam klasifikasi normal,? kata Yursil Hasibuan, Deputy Direktur Pengawasan Perawatan Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara Ditjen Perhubungan Udara.
Nofi Triana Firman?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47704_high_thumb.jpg) |
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh di dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47706_high_thumb.jpg) |
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|