|
Nasional
Singapura Tarik Militer Dari Aceh
Kamis, 20 Januari 2005 | 12:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah negeri jiran Singapura akan menarik pasukan militernya dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Penarikan militer Singapura ini akan dilakukan mulai Jumat besok (21/1) di Meulaboh dan Banda Aceh. Menurut Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Thean, pasukan militer mereka akan diganti relawan sipil yang tergabung dalam Palang Merah Singapura.
"Singapura masih memberikan bantuan melalui sipil," kata Thean di Meulaboh, Kamis (20/1). Bentuk bantuan kemudian disesuaikan dari bantuan darurat ke bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.
Menandai penarikan militer mereka, tiga helicopter Chinook Militrer Singapura hari ini pulang ke pangkalan mereka di Singapura. Tiga lainnyamasih dipinjamkan ke TNI. Tiga kapal tipe pendarat tank (landing ship tank(LST) mulai besok juga akan kembali ke Singapura. Sedangkan kapal militer Singapura yang kini berada di perairan Meulaboh, akan membawa bantuan berupa truk dan mobil ambulan milik Singapura.
Secara terpisah Atase Pertahanan Singapura di Indonesia, Kolonel Yee Cheok Hung mengatakan, pengalihan pasukan militer ke sipil akan dilakukan secara bertahap. Relawan yang berasal dari Singapura terdiri dari para dokter, perawat, dan teknisi. Dalam kesempatan lain, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia menyatakan rasa terima kasihnya atas dukungan pemerintah Singapura membantu korban bencana di NAD.
Agricelli
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|