|
Puteh Berangkat ke Aceh Besok Sore
Kamis, 20 Januari 2005 | 17:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Abdullah Puteh yang tengah meringkuk di penjara Salemba akan berangka ke Aceh, Jumat sore, besok. Ini lah pertama kalinya gubernur Nangore Aceh Darussalam (NAD) menjenguk kampung halamannya itu setelah gempa dan tsunami menghnacurkan bumi rencong itu, 26 Desember 2004 lalu. Acara kunjungan dijadwalkan setelah Puteh mengantongi ijin dari Majelis Hakim yang menanggani perkaranya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.
Seperti telah diberitakan bahwa Puteh menjadi tersangka korupsi dalam kasus pembelian helikopter M12 dari Rusia dan sejak beberapa waktu lalu ia harus meringkuk di Bui Salemba, Jakarta Pusat. Beberapa hari setelah gempa dan tsunami di meluluhlantakkan Aceh, Puteh meminta ijin berkujung ke sana, tapi belum diijinkan. Kini ijin itu sudah keluar dan Puteh tentu saja senang.
Berapa lama Puteh Berkunjung ke daerahnya itu? "Terdakwa harus kembali ke Rumah Tahanan Negara Salemba pada hari Minggu (23/1)," jelas Kresna Menon, Ketua Majelis Hakim, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (20/1).
Dari Jakarta, Puteh akan berangkat dengan pesawat Jatayu Air pukul 16.00 WIB. Ia akan dikawal oleh delapan orang polisi dari Polda Metro Jaya. Pengawalan tersebut super ketat itu dilakukan sesuai dengan persyaratan yang diberikan oleh majelis hakim. "Dari Jaksa Penuntut Umum belum ditetapkan siapa yang akan ikut," ujar Jaksa Wisnu Baroto.
Majelis hakim juga memerintahkan Puteh untuk tidak melarikan diri dengan memanfaatkan kelonggaran kunjungan ini. Selain aparat pengaman itu, Puteh ditemai oleh istrinya, Linda Purnomo, anaknya dan juga seorang kuasa hukumnya.
Puteh sempat mengajukan permohonan kepada majelis hakim agar izin kembalinya ke Jakarta diundur hingga Senin (24/1). Alasanya? Menyesuaikan jadwal tiket yang dipesan. Setelah beruding dengan tim kuasa hukum dan jaksa penuntut, akhirnya diputuskan Puteh tetap kembali hari Minggu ini. Puteh sanggup dan mau mengubah jadwalnya.
Selama di Aceh, rencananya Puteh akan mengunjungi keluarganya yang meninggal karena bencana gempa dan tsunami, panti-panti asuhan, tempat pengungsian dan sholat di Masjid Baiturrahman. Hanya saja Puteh tak bisa keliling-keliling alias cuma di Banda Aceh saja, karena waktu tidak cukup.
Asfifuddin, kuasa hukum Puteh, menjelaskan bahwa setelah kliennya sampai di bandara, Puteh langsung berangkat menuju Masjid Baiturrahman untuk melakukan sujud syukur. Lalu menuju pendopo gubernuran bertemu dengan keluarga, sahabat dan masyarakat sekitar. Setelah itu, ia akan mengunjungi panti asuhan terdekat. "Mungkin di daerah Mata Ie yang jaraknya hanya 4 km dari Banda Aceh," kata Asfifuddin.
Sang istri, Linda Purnomo, keberatan dengan prosedur yang ditetapkan kepolisian selama acara kunjungan ini. Sebab, katanya, selain tidak diperbolehkan kemana-mana ( cuma di sekitar pendopo saja), Puteh juga harus diborgol. "Bapak seperti sudah menjadi penjahat besar saja. Padahal hakim kan belum ketuk palu. Yang terdakwa teroris saja ngga gitu-gitu banget," protes sang Linda.
Ami Afriatni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|