|
Nasional
Tenaga Asing Tidak Akan Bangun Sekolah di Aceh
Jum'at, 21 Januari 2005 | 01:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Pendidikan Lanjutan Pertama, Departemen Pendidikan Nasional, Hamid Muhammad menjelaskan pemerintah akan menggunakan tenaga profesional dalam membangun sekolah di Aceh dan Sumatera Utara. ?Bantuan dari luar negeri yang kami terima adalah murni cash,? ujarnya di Jakarta.
Hamid menjelaskan baik dana hibah ataupun pinjaman dari luar negeri yang diberikan oleh luar negeri tidak akan berbentuk tenaga profesional. Di Indonesia, katanya Kamis (20/1), sudah banyak tenaga professional sehingga tidak perlu lagi dari luar negeri. Penegasan Hamid itu menjawab kekhawatiran beberapa pihak yang menyatakan pihak luar negeri seringkali menyatakan memberi dana, tapi didalamnya akan memasukkan biaya tenaga ahli. ?Tugas membangun malah diambil instansi lain yang tidak terkoordinasi,? ujar Liana Bratasida, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup bidang Lingkungan Global beberapa waktu lalu
Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan Gatot Hari Priowirjanto juga menegaskan agar bantuan dana dari berbagai pihak akan dikonsolidasikan. ?Nanti akan ada pemetaan, siapa membangun dimana,? ujarnya.
Rr. Ariyani ? Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Mahasiswa seni rupa ITB menggambar di halaman Kampus, Bandung, 28 April 2001 [ Koran TEMPO/ Budi Yanto; K21A/465/2001 ; 20010623 ].](/hg/photostock/2005/01/17/s_K1A46502_high_thumb.jpg) |
![Para wisudawan Universitas Dipati Ukur/ universitaf fiktif di Bandung. [NOVA; 15D/203/1993; 20021001].](/hg/photostock/2005/01/14/s_15D20303_high_thumb.jpg) |
|
|
| Para wisudawan Universitas Dipati Ukur
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|