Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Dompet Dhuafa Belum Peroleh Lokasi Rumah Pengungsi
Jum'at, 21 Januari 2005 | 20:23 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Tim Dompet Dhuafa Republika akan segera mengirimkan surat kepada Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi untuk mendapatkan lokasi pembangunan rumah sementara bagi para pengungsi di Nanggroe Aceh Darussalam.

Dompet Dhuafa bekerja sama dengan tim Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada berencana menyumbang rumah sementara bagi para pengungsi sebagai proses relokasi pengungsi.

"Kami memang sedang membuat surat ke Pak Budi Atmadi (Budi Admadi Adipuro, Kepala staf Operasi Penanggulangan Bencana Aceh) untuk mendapatkan lokasi," ujar Nana Mintarti, orang Dompet Dhuafa yang bertanggung jawab mengurusi masalah pembangunan relokasi pengungsi , ketika dihubungi Tempo, Jumat (21/1). "Kami akan menemui camat dan kepala desa setempat untuk mengurus izin pembangunannya," tambahnya.

Menurut Nana, langkah tersebut dilakukan setelah dia mendapat lampu hijau dari Kepala Dinas Perkotaan dan Permukiman Ir. Muwardi Nurdin, seusai rapat koordinasi di pendopo yang menjadi pusat Satkorlak di Banda Aceh, Rabu (19/1) malam lalu.

Sebelumnya, rencana Dompet Dhuafa dan Kagama ini terganjal karena masalah beda standar dan bentuk rumah relokasi dari yang direncanakan pemerintah.
Komandan Satgas Penanggulangan Bencana Alam dari Markas Besar TNI Mayor Jenderal Bambang Darmono bersikeras bahwa semua rumah relokasi untuk pengungsi harus
sesuai dengan rencana pemerintah.

Sebelumnya, Wakil Kepala Dinas Permukiman Chairani, menjelaskan kepada Tempo bahwa setiap unit relokasi akan dibangun lima barak. Masing-masing barak akan diberi sekat untuk menjadi 20 kamar, sehingga setiap barak akan menampung 100 orang. Menurut Chairani, setiap unit relokasi akan dilengkapi dengan sebuah fasilitas umum.

Ada dua organisasi yang sudah menyatakan diri akan membangun rumah relokasi dengan gratis yaitu World Vision dan Walubi. Sementara tempat relokasi
pengungsi lain dibangun oleh beberapa perusahaan seperti PT Hutama Karya, PT Waskita Karya atau juga PT Adhi Karya yang akan dibayar oleh pemerintah.

Purwani Diyah Prabandari


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BUMN Kumpulkan Rp 48 Miliar Untuk Pendidikan Anak Aceh
Selama Idul Adha, Proses Evakuasi Tertunda
Normalisasi Pendidikan di Aceh Mulai 26 Januari
Tenaga Asing Tidak Akan Bangun Sekolah di Aceh
Tim PBB: Bantuan Makanan untuk Pengungsi Halal
Gema Takbir Berkumandang di Masjid Baiturrahman
Hibah Untuk Aceh Sekitar US$ 1 Miliar
KWI dan PGI Minta Polisi Usut Worldhelp
Singapura Tarik Militer Dari Aceh
Chozin Chumaidy : Perlu Diterbitkan Perpu Pilkada di Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data