Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Aqlani: Memproduksi Kapal Patroli Disesuaikan dengan Kemampuan Negara
Jum'at, 21 Januari 2005 | 22:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Memproduksi empat unit kapal patroli cepat yang dilengkapi dengan peluru kendali (rudal) anti kapal oleh TNI Angkatan Laut, sudah diketahui dan disetujui oleh Departemen Pertahanan RI. ?Tapi itu tergantung keuangannya,? kata Mayjen (Pur.) Aqlani Maza, Dirjen Rencana Sistem Pertahanan RI kepada Tempo, Jumat (21/1)

?Tidak bisa dipaksakan, harus disesuaikan dengan kemampuan negara,? lanjutnya. Menurut Aqlani, idenya sendiri sudah bagus, sedangkan realisasinya asalkan mendapat dukungan. Namun, lanjutnya, negara ini dibangun dalam skala prioritas. Ia mencontohkan kasus tsunami, yang menurut dunia lebih utama.

Ide awal pembuatan empat unit kapal patroli ini adalah dari jajaran Departemen Pertahanan Negara sendiri. Menurutnya negara memerlukan alat. ?Mana bisa mengamankan negara tanpa alat?? lanjutnya. Aqlani juga mengatakan bahwa ide itu tidak keluar dari koridornya. ?Tapi idealnya berapa, harus disesuaikan dengan anggaran, berapa yang bisa dibangun,? kata dia.

Mengenai dana, menurut Aqlani, Dephan tidak akan mencari dana. ?Dananya dari satu sumber, yaitu APBN,? kata dia. Belanda ditunjuk sebagai tempat pembuatan kapal karena sudah dipertimbangkan dan sudah diadu dengan negara usulan lain, seperti Italia, Perancis, dan Korea. Kualifikasi pemilihan Belanda dilihat dari dua hal.

Yang pertama, spesifikasi teknis dalam persyaratan operasional, antara lain: kecepatan dan jarak tembak. ?Yang kedua masalah harga, yang menang dilihat dari harganya, ya Belanda,? ujar Aqlani. Namun Aqlani tidak memerinci harganya.

Empat kapal angkut yang dibeli TNI AL dari Korea Selatan juga sudah disetujui oleh Dephan RI. Kapal tersebut dibeli karena memang kurang dan dibutuhkan. "Fungsinya untuk mengangkut personel dan logistik, serta kapal kecil,? jelas Aqlani.

Fanny Febiana-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pembangunan Apartemen Rasuna Said, Kuningan, Jakarta tahun 1994 [Rully Kesuma / Dok. TEMPO; 22d/391/94; 2000/08/22]. Renovasi gedung Balai Sidang Jakarta, 1992. [TEMPO/ Rully Kesuma; 10D/195/1992; 20031128].
Renovasi Balai Sidang Jakarta
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Investor Tertarik Semua Proyek Infrastruktur Pemerintah
Wakil Presiden : Keamanan Diperlukan untuk Membangun Kembali Aceh
Saefullah Yusuf : Tsunami, Sebabkan Daerah Tertinggal Bertambah
Jember Kini Punya Lapangan Terbang
Mari Membangun Aceh Berbasis Ekologi
Komisi III DPR Akan Panggil Kapolda Metro Jaya Soal Pembangunan Detasemen 88
Pemerintah akan Evaluasi 15 PP di Bidang Infrastruktur
Pemerintah Harus Cari Sumber Lain untuk Biayai Proyek Infrastruktur
Warga Blokir Akses ke Proyek Pasar Keputran
Pedagang Pasar Tanah Abang Kecewa Pada Presiden
> selengkapnya...


Referensi

Kepres RI No. 79 Thn.2003 Tentang Pembangunan Jembatan Surabaya - Madura
Kepres RI No. 34 Thn.2003 Tentang Kebijakan Nasional Di bidang Pertanahan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Paranoid dan Irasional
619 Pasien Dioperasi Gratis
Realisasi Akuisisi Rio Tinto Tertunda
Tol Penjaringan-Kebun Jeruk Selesai Juni 2009
Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data