|
Nasional
PBNU Kalengkan Daging Kurban
Sabtu, 22 Januari 2005 | 20:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) memutuskan untuk mengirimkan daging qurban ke Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) dalam bentuk makanan kaleng siap saji. Makanan kaleng siap saji tersebut dikemas dalam tiga rasa: semur, rendang dan kare, serta dalam bentuk kornet.
Menurut Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, pengiriman daging qurban siap saji tersebut didasarkan pada kondisi keadaan darurat. "Jika dikirim dalam bentuk daging segar, dikhawatirkan terjadi pembusukan karena adanya kesulitan transportasi ke Aceh," kata Hasyim saat memberikan sambutan pada acara penandatangan memorandum of understanding (MOU) pengolahan daging qurban dengan PT Suryajaya Abadi Perkasa (SAP) di pabrik PT SAP, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (22/1).
Sesuai pendapat hukum KH Ma’ruf Amin, salah seorang pengurus PBNU, pengiriman daging siap saji ini diperbolehkan, asalkan penyembelihan dilakukan pada masa hari tasyrik (tanggal 10 – 13 Dzulhijah). "Jika sudah melewati batas masa tasrik, namanya sodaqoh," ujar Hasyim.
Pertimbangan lain mengirimkan daging siap saji menruut Hasyim adalah faktor sosial. Berdasarkan pemantauan PBNU, saat ini masyarakat korban bencana gempa dan tsunami kekurangan peralatan masak. Sehingga dikhawatirkan mereka kesulitan untuk memasak daging qurban ini. Dengan memberikan daging siap saji, masyarakat Aceh tak perlu
repot memasak. "Bisa langsung dimakan, dengan atau tanpa dipanaskan" tutur Hasyim.
Faktor keadilan juga menjadi pertimbangan. Dengan memproses menjadi daging siap saji, PBNU mempunyai waktu untuk mendistribusikan daging kurban ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Hasyim mengakui secara syariah, daging kurban memang seharusnya diberikan dalam bentuk daging segar. Untuk pemberian dalam bentuk daging matang baru boleh diberikan untuk keperluan Aqiqah.
Tapi pengiriman daging qurban kalengan ini, menurut Hasyim, sudah dikonsultasikan dengan Pengurus Syuriah PBNU. Hasilnya, pengurus Syuriah membolehkan dengan
syarat si penyumbang rela dikirim dalam betuk siap saji. Adapun penyumbang hewan qurban ini adalah Lembaga Islamic Help asal Inggris, Moslem Charity dan PBNU.
Direktur Utama PT SAP, Cipto Santosa kepada wartawan usai acara mengatakan, untuk tahap pertama ada 60 ekor sapi yang disembelih. Daging sapi tersebut kemudian dikemas dalam kaleng dengan berat 425 gram sebanyak 10 ribu kaleng. Dalam kemasan kaleng tertulis Daging Siap Saji PBNU dengan sertifikasi halal.
Sementara itu, Sektretaris Posko Bantuan PBNU untuk Aceh, Mabroer MS menyatakan, daging siap saji ini, terutama akan didistribusikan ke pesantren-pesantren yang selama ini menjadi konsentrasi bantuan PBNU. Jumlahnya ada 10 pesantren yang mengasuh sekitar 330 santri korban tsunami.
Bibin Bintariadi (Probolinggo)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|