|
Nasional
Pemerintah Akui Penyaluran Bantuan ke Aceh Belum Merata
Minggu, 23 Januari 2005 | 16:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengakui, penyaluran bantuan sampai hari ini ke sebagian daerah di Nanggroe Aceh Darussalam yang terkena bencana tsunami, belum merata.
Menurut Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini bisa terjadi seperti jumlah pengungsi yang cukup besar, luasnya areal yang harus dijangkau, dan masih ada beberapa daerah di pantai barat yang belum bisa ditembus melalui jalur darat.
”Masih ada beberapa daerah yang belum bisa diterobo,” kata Bachtiar, yang menjadi koordinator bantuan wilayah pantai barat, disela-sela acara peyerahan bantuan kereta sorong ke Meulaboh di Posko Nasional Bantuan Bencana di Lapangan Udara TNI Angkatan Udara Kelapa Sawit Polonia, Medan.
Bachtiar mengatakan, sebagian pengungsi di daerah ini masih berada di daerah pergunungan maupun di kampung-kampung, yang susah dilalui kendaraan pengangkut bantuan. Praktis penyaluran bantuan hanya bisa melalui udara, sehingga korban bencana di daerah ini yang menerima bantuan masih kecil.
Kondisi ini berbeda dengan pengungsi yang berada di ibu kota Kabupaten Aceh Jaya, Calang yang saat ini sudah bisa dijangkau sehingga hampir seluruhnya menikmati bantuan yang pemerintah berikan.
Sementara itu, di daerah Kabupaten Aceh Barat, penyaluran distribusi bantuan masih sangat biokratis.
Menurut salah seorang sumber Tempo di Posko Nasional Bantuan Bencana Alam Lanud TNI AU Medan Kelapa Sawit Polonia Medan, penyaluran bantuan sedikit lambat karena penerapan biokrasi di daerah tersebut.
Dia mencontohkan kewajiban menunjukkan kartu tanda pengenal penduduk (KTP) untuk mengambil bantuan itu, sementara banyak diantara pengungsi yang KTP-nya hilang.
Ketika dimintai konfirmasinya, menurut Bachtiar, KTP itu diperlukan dalam proses pendataan penerima bantuan. “Jangan lupa, pemerintah tidak ingin kelompok separatis memanfaatkan bantuan itu,” katanya.
Pemerintah, menurut Bachtiar, sudah mengetahui bahwa kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mencoba masuk kedalam kelompok pengungsi untuk mengambil bantuan logistik dan melakukan penembakan-penambakan. Akibatnya, penyaluran bantuan harus dengan pengawalan ketat pihak keamanan.
Saat ini para pengungsi di daerah pesisir pantai barat masih ditampung di tempat-tempat penampungan darurat seperti kantor pemerintah, sekolah, maupun tenda-tenda. Pemerintah sedang menyiapkan tempat penampungan sementara seperti barak, sehingga jika barak-barak itu selesai didirikan, para pengungsi akan langsung dipindahkan.
Di tempat penampungan sementara ini, para pengungsi akan dilengkapi sanitasi yang memadai yang jarang ditemukan di tempat penampungan darurat. Tempat penampungan sementara ini juga sangat perlu untuk memudahkanpendistribusian bantuan.
Hambali Batubara/Bambang Soed - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|