|
Nasional
Jemaah Haji Mulai Tiba di Tanah Air pada 27 Januari
Senin, 24 Januari 2005 | 03:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jemaah haji Indonesia kloter I akan mulai tiba di Tanah Air serentak pada 27 Januari, termasuk jemaah haji asal Nanggroe Aceh Darussalam.
Menurut Kepala Bidang Haji Jeddah Muslim Nasution, saat ini jemaah haji telah melaksanakan ritual melempar jumrah, yakni ritual melempar batu sebagai simbol permusuhan manusia dan setan di Mina dan telah kembali ke Mekkah.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Penyelenggara Ibadah Haji Pusat Tulus mengatakan, para jemaah kini sedang dalam proses menyempurnakan ibadah haji, yaitu thawaf ifadhah, mengelilingi kabah sebanyak tujuh kali sebagai akhir prosesi haji.
Menurut dia, pada Selasa (25/1) jemaah haji sudah mulai kembali ke Jeddah untuk selanjutnya menuju Tanah Air. “Panitia pemulangan haji sudah berkumpul di Jeddah seluruhnya dan sedang koordinasi dengan perusahaan penerbangan dan koordinator Madinatul Hujjah,”katanya.
Jadwal kepulangan kloter pertama pada 27 Januari masing-masing embarkasi, yaitu Medan pukul 02.30 WIB, DKI Jakarta dengan Garuda Airlines pukul 05.00 WIB dan Saudi Arabia Airlines 11.00 WIB, Ujungpandang pukul 10.00 WIB, Solo pukul 11.00 WIB, Balikpapan pukul 13.45 WIT, Banjarmasin pukul 10.30 WIT, Makassar pukul 13.30 WIT dan pukul 17.00 WIT, serta Surabaya pukul 12.40 WIB.
Tulus mengatakan, Menteri Agama Muhammad M. Basyuni menurut rencana akan menyambut kepulangan jemaah haji asal Aceh dan pemerintah akan menampung jemaah tersebut jika jemaah haji tersebut tidak lagi memiliki keluarga.
Sementara itu, Kepala Bagian Urusan Haji Garuda Tito Warsito memastikan, tidak ada masalah dalam pemulangan jemaah haji. Meskipun jadwal wukuf berubah dari 20 Januari ke 19 Januari, jadwal pemulangan tetap sesuai jadwal yang telah disepakati. “Mulai 25 Januari dari Jeddah dan Madinah serta tiba di Tanah Air pada 27 Januari,” katanya.
Garuda telah menyiiapkan empat pesawat jenis Boeing 747 untuk Medan dan Jakarta, tiga Airbus untuk Solo, delapan Boeing 767 untuk Balikpapan, Ujungpandang dan Banjarmasin, serta satu Airbus untuk Aceh.
“Jemaah haji Aceh tetap pulang pada 27 Januari melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang,” kata Tito.
Sementara itu, mengutip Informasi haji.com, pada Sabtu sore (22/1) telah terjadi hujan deras disertai petir di kawasan Mekkah dan Mina. Hujan deras itu menyebabkan genangan air hingga selutut dan menimbulkan kemacetan lalu lintas di mana-mana. Puluhan ribu jemaah yang masih berada di Mina terpaksa bubar dan berteduh di bawah terowongan-terowongan yang ada.
Sebelumnya terjadi badai debu dan pasir di perkemahan jemaah haji di Mina hingga membuat besi penahan tenda-tenda di Mina lepas dan menimbulkan suara sangat gaduh. Para jemaah sedikit panik melihat kondisi itu.
Jalanan mulai dari terowongan menuju jamarat juga macet total, karena itu jamaah di perkemahan yang sedang melakukan ibadah mabit (menginap) di Mina dan akan melakukan lontar jumroh ke arah Jamarat, mengalami kesulitan, termasuk jemaah yang pulang menuju Mekkah.
Hingga kemarin sore, jemaah lebih memilih tetap berdiam ditendanya karena udara di luar sangat dingin dan berdebu. Jarak pandang pun sangat terbatas.
Badriah - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Jamaah haji wukuf di Arafah, Arab Saudi [Gamma/ Mohamed Lounes; 4d/36/91; 2001/02/01]](/hg/photostock/2005/01/07/s_Wukuf05_high_thumb.jpg) |
![Jamaah haji sedang wukuf di Arafah, Arab Saudi. [Gamma/ Mohamed Lounes; 4d/36/91; 2001/02/01]](/hg/photostock/2005/01/07/s_Wukuf04_high_thumb.jpg) |
| Wukuf Jamaah Haji di Arafah
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|