|
Nasional
Pemerintah Masih Sulit Naikan Gaji Prajurit TNI
Senin, 24 Januari 2005 | 13:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah masih sulit menaikan gaji prajurit TNI dalam beberapa tahun mendatang, karena anggaran negara yang masih terbatas. Hal itu dikemukakan Menteri Pertahana Juwono Sudarsono seusai tatap muka dengan istri-istri anggota TNI yang bertugas di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam di Markas Brigade Infrantri II Marinir Cilandak Senin (24/1).
Karena anggaran yang terbatas itu, untuk saat ini gaji Tamtama TNI yang berkisar antara Rp 460 - Rp 650 ribu perbulan, tidak mungkin untuk ditambah. Oleh sebab itu, dalam beberapa tahun mendatang kemungkinan besar kebutuhan minimal yang diperoleh prajurit TNI dan keluarganya tidak akan bisa terpenuhi. "Tapi kalau nanti tiga atau empat tahun lagi ekonomi membaik dan penerimaan negara membesar, Insyah Allah anggaran untuk TNI dapat ditambah," ujarnya.
Selain mengunjungi Markas Brigade Infrantri Marinir Cilandak, Juwono juga mendatangi Batalion Kavaleri 7 Panses Khusus Dam Jaya dan Markas Kuadron 461 Kopaskas TNI AU Halim Perdanakusuma. Selain bertatap muka dengan para istri prajurit, Juwono juga membagikan bingkisan berupa sembako dan uang tunai.
Menurut Juwono, jika pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan sampai 6 persen pertahunnya, ia memperkirakan gaji bagi prajurit TNI juga berangsur-angsur dapat dinaikan hingga 5-10 persen per tahun. "Untuk Tamtama yang tadinya Rp 460 ribu bisa menjadi Rp 560 ribu, Insya Allah," ujarnya.
Dimas
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|