Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Bisnis TNI Akan Digabung Dalam Holding Company
Selasa, 25 Januari 2005 | 05:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kegiatan bisnis atau unit usaha seperti koperasi dan yayasan di lingkungan Tentara Nasional Imdonesia akan digabungkan dalam sebuah induk usaha atau Holding Company.

Rencana penggabungan bisnis TNI dalam sebuah induk usaha ini sedang dibahas dalam kelompok kerja (Pokja) Departemen Pertahanan dan Markas Besar TNI.

Menurut Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Pokja Departemen Pertahanan dan Markas Besar TNI kini sedang mencari pola terbaik untuk pengelolaan bisnis di lingkungan TNI.

“Mungkin pola yang terbaik adalah membuat holding company, sehingga tidak perlu dikonversi menjadi BUMN,” kata Juwono usai acara tatap muka dengan para istri prajurit TNI di markas Brigade Infanteri II Marinir Cilandak, Senin (24/1).

Selain ke Cilandak, Juwono juga mengunjungi markas Batalyon Kavaleri 7 Panser Khusus (Sersus) Dam Jaya Cijantung dan markas Skuadron 461 Kopaskhas TNI AU Halim Perdana Kusuma.

Sebelumnya, Juwono berniat menertibkan dan menggabungkan bisnis di lingkungan TNI menjadi sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semi militer untuk mengelola bisnis tersebut.

Dengan menjadikannya holding company atau diswastakan, menurut Juwono, bisnis TNI dapat menjadi suatu perusahaan yang dikelola secara profesional dengan menggunakan mekanisme pasar. “Tetapi tetap dengan kendali bahwa keuntungan yang diperoleh dari pasar itu, diarahkan untuk kepentingan prajurit pangkat rendah,” kata Juwono. (dimas adityo)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Dirjen Strategi Pertahanan Dephan RI, Mayjen TNI Sudrajat di kantor Departemen Pertahanan dan Kemanan Jakarta, Jumaat, 07 Maret 2003. [TEMPO/ Nirfan Rifki; Digital Image; 20030331]. Dirjen Strategi Pertahanan Dephan RI, Mayjen TNI Sudrajat di kantor Departemen Pertahanan dan Kemanan Jakarta, Jumaat, 07 Maret 2003. [TEMPO/ Nirfan Rifki; Digital Image; 20030331].
Mayjen Sudrajat
Mayjen Sudrajat

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Komisi I Minta Pemerintah Ajukan Nama Panglima TNI Baru
Menhan Bentuk Kelompok Kerja Untuk Efisiens
Pemerintah Masih Sulit Naikan Gaji Prajurit TNI
Pencabutan Embargo Bantuan Militer Terganjal di Kongres AS
Wolfowitz: Tentara AS Tak Berlama-lama di Aceh
Pemerintah AS Tidak Berencana Bangun Pangkalan Militer di Sabang
Tentara Jepang Tawarkan Operasi Damai di Aceh
ICW Dukung Pengadaan Peralatan Pertahanan Satu Pintu
Pembelian Peralatan Pertahanan Harus Melalui Satu Pintu
Pemerintah Keberatan Thailand Sebut Indonesia Basis Pelatihan Kelompok Radikal
> selengkapnya...


Referensi

Kekuatan TNI AL
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kepres RI No. 71 Thn.2003 Tentang Penghapusan Keadaan Darurat Sipil Di Provinsi Maluku
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Website

Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data