Pramuka Data Potensi Pengungsi di Kompleks TVRI
Selasa, 25 Januari 2005 | 10:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Posko Pramuka Peduli mulai mendata potensi pengungsi di kompleks TVRI, Mata'ie, Kecamatan Darulimarah, Kabupaten Aceh Besar. Data ini digunakan sebagai pintu masuk pemberdayaan keluarga pengungsi korban bencana di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. "Sudah terdata 2 blok pengungsi di kompleks TVRI," ujar Susi Yuliati, Koordinator Pramuka Peduli Bencana Aceh, Selasa (25/1).
Di kompleks pengungsi ini, Pramuka membagi tenda-tenda
ke dalam 4 blok. Dari data yang sudah masuk ada
pengungsi yang awalnya berprofesi sebagai tukang batu,
pengemudi becak motor, buruh pegawai swasta dan
lainnya. Direncanakan pendataan ini akan selesai akhir
Januari 2005.
Menurut Susi, pendataan potensi ini sangat diperlukan
agar keluarga pengungsi dapat diberdayakan secara
ekonomis dan sosial. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
sedang mengupayakan mencari lembaga dan instansi yang
bersedia memfasilitasi pengungsi, misalnya dalam
bentuk modal usaha dan pekerjaan bagi pengungsi sesuai
profesi dan keterampilannya. "Sehingga ketergantungan
mereka terhadap bantuan dari luar semakin berkurang,"
ujar Susi yang menjadi dosen di Universitas Pakuan,
Bogor.
Aditya Wisaksono, Koordinator Relawan Pramuka Peduli
di Kompleks TVRI, mengakui setiap hari didatangi anak-anak muda yang mencari kerja. Menurutnya, sudah
ada beberapa pengungsi pria yang pagi-pagi pergi ke
Banda Aceh untuk menjadi pekerja sektor informal dan
baru kembali sore hari.
Di kompleks TVRI, Pramuka Peduli memang dipercaya
mengelola pengungsian. Oleh pramuka, lokasi itu
dikelola layaknya sebuah perkemahan besar dengan
administrasi perkemahan dan unit kegiatan. Dijelaskan
Aditya, ada anggota pramuka yang membantu dapur umum,
admintrasi pergudangan (logistik bantuan), pendidikan
anak-anak, serta adiministrasi dan informasi
pengungsian.
Muhamad Fasabeni





