Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tentara Berjaga di Meulaboh
Selasa, 25 Januari 2005 | 11:07 WIB

TEMPO Interaktif, Meulaboh: Penjagaan di Kota Meulaboh mulai diperketat sejak Senin (24/1) kemarin, akibat makin maraknya penjarahan atas barang-barang bantuan untuk pengungsi. Barang-barang jarahan tersebut kemudian dijual di pasar-pasar. Pasukan TNI berjaga-jaga di jalamenjaga di jalan masuk Kota Meulaboh tepatnya di Jalan Teuku Umar. Kendaraan yang akan memasuki kota diperiksa satu persatu.

Menurut pemantauan Tempo, banyak masyarakat yang mulai mengumpulkan besi-besi tua. Mereka menimbang besi di depan reruntuhan rumah di sekitar Kota Meulaboh. Muhamad Sobirin, seorang warga mengatakan, pekerjaan ini terpaksa dilakukan untuk melanjutkan hidupnya. "Saya tidak mempunyai apa-apa lagi, istri dan dua anak saya hilang," katanya kepada Tempo hari ini, Selasa (25/1).

Selain itu, TNI masih mengijinkan warga yang masih mempunyai rumah di Kota Meulaboh untuk mencari barang milik mereka. Namun, mereka harus menunjukan KTP untuk memasuki Kota Meulaboh. Dikhawatirkan juga, ada warga yang mengambil sisa-sisa granat milik Korem Teuku Umar yang berkantor di daerah Ujung Karang.

Di tempat terpisah, TNI juga masih mengevakuasi mayat. Di daerah Kampung belakang Kota Meulaboh masih ditemukan tujuh mayat. Saat itu, mayat berada dalam reruntuhan gedung. Mereka langsung dimakamkan di pekuburan massal Ujung Karang.

Agriceli


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pramuka Data Potensi Pengungsi di Kompleks TVRI
Pemerintah Perlu Miliki Perpu Soal Bencana
Operasi Kemanusiaan Aceh Ditangani Indonesia Mulai Maret
Agung Laksono : Penanggulangan Bencana Perlu Payung Hukum
Pengungsi Aceh Butuh Peningkatan Mutu Makanan
DPR Menganggap Perlu Dibuat Perpu Penanggulangan Bencana di Aceh
Nessen Tinggalkan Indonesia Hari Ini
Yudhoyono: TNI Dalam Posisi Bertahan Semenjak Tsunami di Aceh
Pemerintah Tetapkan 26 Maret Sebagai Tenggat Tanggap Darurat
Dirjen Imigrasi Meminta Klarifikasi Kepada Nessen
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data