Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

KBRI Malaysia Belum Temukan Adi Bin Asnawi
Selasa, 25 Januari 2005 | 13:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Urusan Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Indra Kesuma Oesman mengatakan pihaknya sudah menyisir untuk mengetahui posisi Adi Bin Asnawi, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang terancam hukuman gantung oleh pemerintah Malaysia. "Kita baru menerima informasi tersebut dari Jakarta kemarin dari Direktur Migrant Care, Wahyu Soesilo," katanya kepada Tempo melalui telepon kantornya di Malaysia, Selasa (25/1).

Setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya (KBRI) segera menyisir penjara-penjara seluruh Malaysia. "Kita sudah menghubungi penjara di Kedah, Sungai Buloh, Kajang dan Johor Baru. Namun ternyata tidak ada nama Adi Bin Asnawi," ujarnya.

Padahal menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Nusa Tenggara Barat, Sirojul Munir, Adi kini berada di Blok Abadi (1), Penjara Sungai Buloh, Selangor Darul Ehsan, Malaysia. Ia (Adi) dijatuhi hukuman kurungan mulai awal 2002 dengan nomor badan (register tahanan) 1097-02.

Kesulitan yang dihadapi oleh KBRI, menurut Indra karena Adi merupakan TKI illegal. "Masalahnya begini, kalau yang bersangkutan dikatakan dihukum gantung, harusnya pemerintah Malaysia memberitahu KBRI. Namun kita tidak pernah menerima informasi tersebut," ucapnya.

Hal tersebut, menurut Indra disebabkan seorang TKI ilegal tidak pernah memberikan data diri ke KBRI, sehingga pihak KBRI tidak mempunyai data TKI yang bermasalah. "Biasanya yang bermasalah memang TKI ilegal, mencari orang yang kita tidak pernah punya datanya sangat sulit," kata Indra.

Evy Flamboyan


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Seorang TKI yang kembali dari Tawao Malaysia memandang KRI Tanjung Kambani 971 yang akan difungsikan sebagai Rumah Sakit terapung saat tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Timur, Minggu, 8 September 2002. Kapal ini tidak dapat merapat di dermaga dikarenakan dangkalnya air di pelabuhan tersebut. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021218]. Mayat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) gelap yang menjadi korban tenggelamnya kapal Bara Damai ketika dimasukkan ke dalam truk di Riau, 1993. [Dok. KBRI; 17D/263/1993; 20020627].
TKI Di Nunukan
Mayat Tenaga Kerja Indonesia
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TKI Asal Lombok Terancam Hukuman Gantung di Malaysia
Malaysia Terancam Kekurangan TKI
Malaysia Permudah TKI Deportan Bekerja Kembali
Menteri Malaysia Akan ke Indonesia Bahas TKI
Kerahkan 500 Ribu Relawan, Malaysia Siap Tangkapi TKI Ilegal
Ribuan TKI Bertolak dari Kepulauan Riau
SPLP Tidak Gratis
Jenazah Sulastri Dimakamkan
Pemerintah Bekasi Kebingungan Hadapi Banyaknya Tuntutan Buruh
Pemerintah Sediakan Perkebunan Kelapa Sawit untuk TKI
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Kementerian Pemberdayaan Perempuan
Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data