Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Jelang Akhir Amnesti Pemerintah Malaysia
Selasa, 25 Januari 2005 | 13:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menjelang berakhirnya masa pengampunan (amnesti) dari pemerintah Malaysia, jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mendaftar untuk mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) mendekati 300 ribu orang.

"Jumlahnya akan terus mengalami peningkatan karena masa pengampunan akan segera berakhir," ujar Minister Counsellor Urusan Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia, Indra Kesuma Oesman kepada Tempo ketika dihubungi melalui telepon internasional, Selasa (25/1).

Pihak KBRI sendiri menurut Indra, melakukan persiapan untuk menghadapi Operasi Buruh Sergap Malaysia yang akan merazia para pendatang ilegal yang masih bertahan setelah amnesty berakhir. Menurut Indra, pihak KBRI mengkonsentrasikan diri pada persoalan perlindungan hukum dan sosial. "Kita sudah menyediakan tenaga pengacara untuk TKI ilegal tersebut, serta tempat penampungan di belakang KBRI," ujar Indra.

Menurut Indra pihak KBRI juga sudah menghimbau kepada pemerintah Malaysia agar melakukan razia dengan memperhatikan Hak Asasi Manusia (HAM). Juga pihak KBRI akan melakukan monitoring selama proses razia tersebut dilakukan. “Namun, kemampuan kita terbatas, karena tidak mungkin semua diplomat kita diturunkan untuk melakukan pengawasan itu," ucap Indra.

Indra mengatakan, dari pertemuan antara pihak Indonesia dan Malaysia di Jakarta, tidak ada pembicaraan soal pelibatan masyarakat sipil sebagai pemantau proses pemulangan dan upaya penanganan yang dilakukan pemerintah. "Yang melakukan pengawasan hanya orang-orang dari KBRI," katanya.

Evy Flamboyan Minanda

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Seorang TKI yang kembali dari Tawao Malaysia memandang KRI Tanjung Kambani 971 yang akan difungsikan sebagai Rumah Sakit terapung saat tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Timur, Minggu, 8 September 2002. Kapal ini tidak dapat merapat di dermaga dikarenakan dangkalnya air di pelabuhan tersebut. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021218]. Mayat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) gelap yang menjadi korban tenggelamnya kapal Bara Damai ketika dimasukkan ke dalam truk di Riau, 1993. [Dok. KBRI; 17D/263/1993; 20020627].
TKI Di Nunukan
Mayat Tenaga Kerja Indonesia
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KBRI Malaysia Belum Temukan Adi Bin Asnawi
TKI Asal Lombok Terancam Hukuman Gantung di Malaysia
Malaysia Terancam Kekurangan TKI
Pemerintah Malaysia Harapkan TKI Kembali
Malaysia Permudah TKI Deportan Bekerja Kembali
Menteri Malaysia Akan ke Indonesia Bahas TKI
Masa Amnesti Ditunda
TKI Ilegal Takut Pulang Karena Tsunami
Pemerintah Malaysia Pertimbangkan Tunda Deportasi TKI
Kerahkan 500 Ribu Relawan, Malaysia Siap Tangkapi TKI Ilegal
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data