Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Nelayan Meulaboh Butuh Alat Angkut Berat
Selasa, 25 Januari 2005 | 14:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Nelayan tradisional di Desa Meureubo, Meulaboh, membutuhkan alat pengangkut berat. Alat-alat berat ini dibutuhkan untuk menarik kapal yang terdampar di daratan akibat gelombang tsunami. Kapal-kapal nelayan yang terdampar ini akan ditarik kembali ke laut.

Desa Meureubo terletak di pesisir pantai Aceh barat. Menurut Sekretaris Jenderal Panglima Laut Kecamatan Meureubo, Bustamim kepada TEMPO Selasa (25/1), pihaknya membutuhkan alat pengangkut berat untuk mengevakuasi kapal. Sekitar 90 persen kapal nelayan ini mengalami kerusakan berat. “Semua kapal diusahakan untuk dievakuasi ke laut,” kata Bustamim.

Tercatat, jumlah nelayan tradisional di Meulaboh sebanyak 400 orang. Sedangkan 200 orang merupakan nelayan semi modern. Syukurnya, nelayan beserta keluarganya di desa Meureubo, tidak ada yang menjadi korban tsunami. Mereka se,pat menyelamatkan diri ketika air lat surut jauh.

Menurut Bustamim, saat ini evakuasi kapal dilakukan dengan swadaya masyarakat. Mereka menarik kapal dengan tenaga manusia. Padahal kata Bustamim, para nelayan ingin segera kembali ke laut sebab merupakan satu-satunya keahlian yang dikuasai. “Lebih cepat, lebih baik, karena kami membutuhkan uang,” kata Bustamim.

Dijelaskan Bustamim, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Departemen Kelautan dan Perikanan. Terutama untuk para nelayan yang kini membutuhkan dana untuk perbaikan kapal. Rata-rata kapal mengalami kerusakan total. Diperkirakan, satu buah kapal membutuhkan dana sebesar Rp 18 Juta.

Selain alat berat untuk evakuasi kapal, para nelayan juga membutuhkan teknisi perbaikan kapal dan evakuasi. Kapal terdampar sampai ke kota Meulaboh yang letaknya sekitar 10 kilometer dari Meureubo. “Jika kapal dibiarkan lama di kota, akan dihancurkan,” ujar Bustamim.

Agricelli Herlindawati (Meulaboh)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Rumah penduduk yang hancur karena bencana tanah longsor di desa Kemanukaan, Kec. Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Rini/ PWI. Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR Minta Tanggap Darurat Dipercepat
Pemerintah Turunkan Bantuan untuk Palu
Laporkan Bantuan Ke Menko Kesra
DPR Dorong Pemerintah Bentuk Aceh Trust Fund
Tentara Berjaga di Meulaboh
Pramuka Data Potensi Pengungsi di Kompleks TVRI
Pemerintah Perlu Miliki Perpu Soal Bencana
Operasi Kemanusiaan Aceh Ditangani Indonesia Mulai Maret
Agung Laksono : Penanggulangan Bencana Perlu Payung Hukum
Pengungsi Aceh Butuh Peningkatan Mutu Makanan
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data