|
Nasional
GAM Akan Diberi Sejumlah Konsesi
Rabu, 26 Januari 2005 | 07:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyiapkan sejumlah konsesi untuk Gerakan Aceh Merdeka pada perundingan yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini di Helsinki, Finlandia. Sumber-sumber Tempo kemarin menyebutkan, konsesi ini "lebih pragmatis" daripada tema yang dikembangkan pemerintah selama ini sekitar penyelesaian konflik di Aceh, yakni "aman, damai, dan bermartabat".
Namun, seperti sehari sebelumnya, para pejabat pemerintah masih menutup rapat-rapat informasi tentang rencana perundingan. Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi di kantor Presiden hanya menyatakan, "Pemerintah berharap konflik di Aceh dapat diselesaikan secepatnya."
Menurut Sudi, pembicaraan awal pemerintah dengan GAM merupakan "kontribusi dari beberapa negara". Rencana ini belum bisa diungkapkan ke publik karena ditakutkan akan menimbulkan salah pengertian. Ia bahkan menolak mengungkapkan waktu dan tempat perundingan.
Crisis Management Initiative, lembaga nonpemerintah di Finlandia, Senin (24/1) lalu memberi konfirmasi keterlibatan mereka pada rencana ini. Dalam situsnya, lembaga pimpinan mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari itu menyatakan tidak bisa memberi penjelasan lebih lanjut karena "sensitifnya pertemuan" (Koran Tempo, 25/1).
Anggota delegasi pemerintah adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaluddin, Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil, Komandan Sekolah Staf dan Komando AD Mayjen Syarifuddin Tippe, serta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo A.S., dan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda.
Para juru runding itu akan bertolak dari Tanah Air sore ini. Di Helsinki, mereka akan menginap di Hotel Hilton. Belum diketahui, apakah hotel itu merupakan tempat perundingan.
Sumber Tempo dari kalangan diplomat menyebutkan, salah satu konsesi yang ditawarkan adalah pemberian amnesti bagi para anggota GAM. Pemerintah, kata dia, akan menjadikan status otonomi khusus di Aceh sebagai penyelesaian damai dan final. Dia yakin, petinggi GAM di Stockholm, Swedia, akan menerima tawaran itu. "Asal ada jaminan gencatan senjata dan hak-hak politik mereka."
Faisal/Sapto P/Dimas Adityo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|