Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Jangan Sampai Isu Berbelok
Rabu, 26 Januari 2005 | 14:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) DR.Hidayat Nur Wahid, memandang perundingan antara Pemerintah RI dan GAM yang akan dilaksanakan di Finlandia, bukan merupakan cara untuk membelokan isu dari fokus penanggulangan bencana akibat gempa dan tsunami.

Ditemui di gedung DPR/MPR Rabu (26/1), Hidayat justru melihat perundingan itu sebagai upaya untuk mengamankan dan memberi payung kesejahteraan bagi rakyat Aceh. "Juga memastikan tidak akan ada yang mencederai mereka (rakyat Aceh)," ujarnya.

Menurut Hidayat, perundingan itu merupakan upaya simultan agar bantuan kemanusiaan dan pembangunan Aceh bisa terselenggara dengan aman dan nyaman. "Perundingan bisa meminimalisir praktek-praktek yang mengganggu keamanan penyaluran bantuan," tambah Hidayat yang adik kandungnya ikut jadi korban meninggal dalam terjangan tsunami di Banda Aceh itu.

Hidayat sendiri tidak melihat perundingan yang dilakukan antara RI dan GAM itu sebagai buah dari tekanan asing, terutama negara-negara yang memberi bantuan selama bencana. "Perundingan ini inisiatif dari dalam negeri," tegas Hidayat dan Ia yakin, negara asing yang memberi bantuan tidak turut campur. "Negara-negara itu sudah berkomitmen membantu Indonesia secara murni," kata Hidayat.

Ketua MPR sangat berharap agar perundingan di Finlandia bisa berhasil. "Jangan sampai pengalaman negatif dari perundingan terdahulu terulang kembali," katanya. Jika terulang, Hidayat khawatir akan membawa kondisi yang tidak kondusif bagi penyelesaian masalah Aceh.

Suliyanti Pakpahan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Presiden Partai Keadilan/PK, Hidayat Nur Wahid menjadi pembicara dalam diskusi  Goenawan Mohamad (kanan) dan Hidayat Nur Wahid (kiri) dalam acara pertemuan tokoh-tokoh yang peduli terhadap serangan pendukung Tomy Winata terhadap Kantor Majalah TEMPO dengan Ketua MPR Amien Rais di Gedung MPR/ DPR Jakarta, 10 April 2003. [TEMPO/ Robin Ong; Digital Image; 20030410].
Hidayat Nur Wahid
Goenawan Mohamad dan Hidayat Nur Wahid
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Secara Prinsip Aceh Setuju Pembentukan Badan Otorita Aceh
Warga Nabire Telah Kembali
Pendidikan Lingkungan Bagi Anak-anak Korban Tsunami
Kloter I Haji Banda Aceh Tiba Besok
Belasan Anak Hilang Pascagempa di Palu
"Dana Bantuan Rawan Dikorupsi"
Hari Pertama Anak Aceh Bersekolah
Merpati Kembali Sediakan Penerbangan Gratis ke Aceh
Pemerintah Siapkan 100 Ribu Barak untuk Pengungsi
Menko Kesra Panggil Auditor Umumkan Bantuan Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
UU RI No.22 Thn.2003 Tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD
UU Nomor 6 tahun 1999 tentang Pencabutan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1985 Tentang Referendum
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Paranoid dan Irasional
619 Pasien Dioperasi Gratis
Realisasi Akuisisi Rio Tinto Tertunda
Tol Penjaringan-Kebun Jeruk Selesai Juni 2009
Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data