Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

TNI AL Rencanakan Produksi Kapal Tiap Tahun
Rabu, 26 Januari 2005 | 14:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Bernard Kent Sondakh mengatakan, TNI AL merencanakan akan memproduksi kapal (KRI) setiap tahunnya. Kepada wartawan usai menghadiri diskusi pemberdayaan industri dalam negeri untuk mendukung kemandirian sarana pertahanan, Rabu (26/1) di Departemen Pertahanan, Bernard menyebut pihaknya siap membuat lima kapal tiap tahun.

Sebelumnya, TNI AL menurut Bernard, sudah memproduksi 13 kapal selama dua setengah tahun terakhir (tiga tahun anggaran). Yang paling bungsu, TNI AL memproduksi satu KRI sepanjang 26 meter, dengan total biaya Rp 13 Miliar. Nah, di Tahun 2005 ini, menurut Bernard, TNI AL sedang membuat empat kapal. Selanjutnya, di tahun-tahun berikutnya, akan dibuat lima kapal KRI tiap tahun.

Biaya pembuatan kapal ini menurut Bernard, diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Yakni dari pos anggaran rutin dan anggaran pembangunan. “Angkatan Laut sekarang sedikit bisa bernapas, dalam dua tahun, semua kapal-kapal itu saya ganti mesinnya, dengan mesin baru kerusakannya kecil dan biaya jadi murah,” ujar Bernard.

Karena biaya operasional murah itulah, kata Bernard, Angkatan Laut bisa memproduksi kapal sendiri. Untuk pembuatan kapal tahun ini, dibutuhkan anggaran Rp 60 Miliar. Kapal-kapal yang akan diproduksi itu disiapkan menjadi kapal kombatan (kapal perang) yang dilengkapi peluru kendali dan torpedo. Tahun ini, TNI AL sedang membuat KRI dengan panjang 40 meter dengan biaya sekitar Rp 15 Miliar. Dalam pembuatannya, TNI AL bekerjasama dengan LAPAN dan LIPI.

Sunariah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Anggota Pasukan Katak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dengan memegang senjata berjaga-jaga di atas perahu di sekitar kapal tramper (penampung ikan) raksasa Diamond Reefer asal Thailand yang dilabuhkan di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 9 Januari 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; K20A/313/2004; 20040428]. Pasukan Marinir dengan tameng, pentungan dan senapan saat apel siaga TNI-Polri di lapangan Monas, Jakarta, 5 Juni 2001 [Koran TEMPO/ Amatoel Rayyani; K1A/436/2001; 20010621].
Penangkapan ABK Kapal Diamond Reefer
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pos Marinir Meuraksa Itu Sudah Tak Berbekas
Alat Berat dan Kendaraan Baru Dikirim ke Meulaboh Hari Ini
KSAL : Tahun 2005 TNI-AL Tak Lagi Berbisnis
Pangkalan Laut Tipe C Diresmikan di Lhokseumawe
Kerjasama TNI-AL dengan AL-Australia Terus Meningkat
KSAL : Saya Masih Perwira Aktif, Belum Pensiun
TNI AL Baru Tangkap 15 Pembajak
TNI AL Berhasil Tangkap Bajak Laut di Singkep
Strategi KSAL Kent Sondakh Untuk Pertahanan Kedaulatan Negara
Memilih Ryamizard Menabrak UU TNI yang Baru?
> selengkapnya...


Referensi

Kekuatan TNI AL
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Website

TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data