|
Nasional
Industri Dalam Negeri Agar Produksi Peralatan Militer
Rabu, 26 Januari 2005 | 15:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta peralatan pertahanan yang benar-benar dibutuhkan (strongly needed) dibuat dan dikembangkan di dalam negeri.
“Saya tantang saudara, agar peralatan yang bisa diproduksi dalam negeri dibuat di dalam negeri,” ujar Yudhoyono dalam sambutannya saat membuka diskusi pemberdayaan industri dalam negeri untuk mendukung kemandirian sarana pertahanan yang berlangsung Rabu (26/1), di kantor Departemen Pertahanan, Jakarta.
Pertemuan yang dihadiri Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Laksamana (Purnawirawan) Widodo AS, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Menteri Negara BUMN Sugiharto, Menteri Keuangan Jusuf Anwar, Menteri Perindustrian Andung Nitimiharja, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati, serta Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Bernard Kent Sondakh, partisipan membahas bagaimana memberdayakan industri dalam negeri untuk memperkuat sistem pertahanan negara.
Menurut Yudhoyono, pembuatan peralatan pertahanan di dalam negeri sangat perlu. Terutama untuk menghindari jika dilakukan embargo. Dengan cara ini, paling tidak Indonesia bisa memiliki kekuatan minimal yang mumpuni. Sebab kata Yudhoyono, “bagaimanapun kekuatan pertahanan Indinesia masih lemah dan mengalami keterbatasan,” ujarnya.
Tetap saja, kata Yudhoyono, biarpun kelak sudah bisa dibuat di dalam negeri, kerjasama dengan luar negeri tetap dibutuhkan. Terutama untuk pembuatan peralatan pertahanan yang belum bisa diproduksi di dalam negeri.
Diskusi yang diprakarsai oleh presiden dan menteri pertahanan ini juga menghadirkan industri persenjataan dalam negeri. Diantaranya PT Dirgantara, PT PAL, PT Pindad, PT LEN, PT Dahana, PT Inti, PT Inkaba, PT Koja Bahari, dan PT Texmaco. Pertemuan ini juga dihadiri kalangan ilmuwan dari beberapa perguruan tinggi, serta kalangan lembaga swadaya masyarakat.
Sunariah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|