|
Nasional
Ketika Aceh Memanggil Putra Daerah
Rabu, 26 Januari 2005 | 15:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah disarankan untuk merekrut warga Aceh dimana saja yang belum bekerja dan memenuhi kualifikasi. Baik sebagai guru atau pegawai pemerintahan untuk mengatasi kekurangan guru dan pegawai pemerintahan di tempat-tempat pengungsian dan bencana.
“Maaf, mereka banyak yang masih menganggur, meski telah selesai S1, ini bagus jika dijadikan prioritas untuk warga Aceh yang ada di Jakarta, Jawa atau dimana saja,”ujar Ketua MPR DR Hidayat Nur Wahid kepada pers, Rabu (26/1) di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.
Menurut Hidayat, sebaiknya warga Aceh yang masih menganggur ini segera kembali ke Aceh untuk membangun Aceh. Ini kata Hidayat mengingat potensi rakyat Aceh untuk membantu sesama rakyat Aceh sangat tinggi.
“Saya yakin mereka tidak mau kalah dengan heroisme untuk membangun sesama, tentu mereka juga termotivasi dengan banyaknya relawan dalam dan luar negeri untuk maju bersama rakyat Aceh,” tambah Hidayat.
Menilai derap pendidikan di Aceh yang baru dimulai hari ini, Hidayat secara prinsip menilai sudah ada upaya keras dari Pemerintah dan rakyat Aceh untuk keluar dari krisis, termasuk di bidang pendidikan. Hidayat melihat bagaimana antusiasme masyarakat yang mengirimkan tenaga relawan guru, juga pihak pemerintah yang mendirikan tenda-tenda untuk belajar.
Badriah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
![Goenawan Mohamad (kanan) dan Hidayat Nur Wahid (kiri) dalam acara pertemuan tokoh-tokoh yang peduli terhadap serangan pendukung Tomy Winata terhadap Kantor Majalah TEMPO dengan Ketua MPR Amien Rais di Gedung MPR/ DPR Jakarta, 10 April 2003. [TEMPO/ Robin Ong; Digital Image; 20030410].](/hg/photostock/2005/01/15/s_RO03041030_high_thumb.jpg) |
|
|
| Goenawan Mohamad dan Hidayat Nur Wahid
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|