|
Nasional
Kurikulum Pendidikan di NAD Perlu Diperbaharui
Rabu, 26 Januari 2005 | 16:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kurikulum pendidikan di Nanggroe Aceh Darussalam pasca bencana gempa dan gelombang tsunami, perlu diperbaharui. Kurikulum ini belum sepenuhnya ditetapkan pemerintah, baru dalam tahap persiapan.
Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo, kurikulum khusus diberikan pada tahapan formal dan non formal. Namun paling banyak kurikulum diberikan untuk penyembuhan psikologi siswa pasca bencana, yang akan diberikan selama dua sampai tiga bulan mendatang. "Yang penting normalkan kembali untuk menyembuhkan jiwa," katanya di Meulaboh, Rabu (26/1) siang.
Selain itu, Departemen Pendidikan Nasional akan melakukan pendampingan penderita trauma bagi siswa. Langkah ini dilakukan untuk menyembuhkan mental anak sebelum memasuki kurikulum yang sebelumnya ditetapkan pemerintah.
Ditambahkannya, saat ini terdapat 2.800 guru, pegawai negeri sipil dan honorer yang akan mengajar di NAD. Mereka diutamakan akan mengajar di sekolah yang rusak akibat bencana alam. Namun jumlah ini masih kurang. "Masih membutuhkan bantuan guru lagi," kata Bambang.
Mengenai anggaran dana rehabilitasi pendidikan, pemerintah akan menganggarkan sebesar Rp 370 miliar. Anggaran ini sudah disepakati DPR. "Ini untuk revisi anggaran 2005. Membengkak karena Aceh," ujarnya.
Bambang Sudibyo hari ini mencanangkan hari pendidikan di Aceh dan Nias. Pencanangan ini bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah.
Agriceli
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
![Para wisudawan Universitas Dipati Ukur/ universitaf fiktif di Bandung. [NOVA; 15D/203/1993; 20021001].](/hg/photostock/2005/01/14/s_15D20303_high_thumb.jpg) |
|
|
| Para wisudawan Universitas Dipati Ukur
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|