Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Wajibkan Sumbangan Aceh Masuk Rekening Khusus
Rabu, 26 Januari 2005 | 22:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mewajibkan semua sumbangan untuk bencana di Aceh baik dari instansi pemerintah, perusahaan negara, dan pemerintah daerah, dilaporkan dan disetorkan ke rekening khusus. Pemerintah menetapkan kebijakan satu pintu ini untuk memudahkan pengumpulan, penyaluran, dan pengawasan bantuan.

Rekening khusus bantuan Aceh itu hanya dibuka melalui persetujuan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab, Menteri Keuangan Jusuf Anwar, dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Sri Mulyani Indarwati.

Per 25 Januari, jumlah dana yang telah tercatat di rekening itu Rp 914,97 miliar. Dana yang telah disalurkan Rp 114,673 miliar, sehingga saldonya Rp 800,065 miliar.

"Secara berkala, rekapitulasi ini akan diumumkan setiap tanggal 26 dan dilaporkan kepada Presiden serta kopinya diberikan kepada Wakil Presiden," kata Alwi setelah melapor kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (26/1).

Dari data yang dibagikan kepada wartawan, tercatat sejumlah penyumbang besar seperti Sekretariat Daerah Riau Rp 9,218 miliar, Sekretariat Jenderal Deperindag Rp 8,097 miliar, PT Jasa Marga 1,2 miliar, PT Jamsostek Rp 4 miliar, Departemen Perdagangan Rp 6,242 miliar, warga Balikpapan Rp 2,67 miliar dan Sekretariat Kabinet Rp 1 miliar.

Alwi menjelaskan, sebagian data yang tercatat telah disalurkan masing-masing penyumbang. "Dana yang tersisa yang kami minta disetorkan ke rekening (khusus,"
katanya.

Namun Alwi mengakui, belum seluruh data sumbangan yang telah dilaporkan. Alasannya, selama ini pemerintah lebih memfokuskan usahanya pada tindakan darurat penanganan bencana, mulai dari evakuasi dan penguburan mayat, hingga penanganan pengungsi.

Setiap instansi pemerintah, BUMN dan pemda yang menolak memberikan laporan, kata Alwi, akan diberikan sanksi. "Dijewer. Artinya mereka melawan perintah presiden," ujarnya.

Sapto Pradityo/Yura Syahrul

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Rumah penduduk yang hancur karena bencana tanah longsor di desa Kemanukaan, Kec. Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Rini/ PWI. Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Segera Buat Desk Hukum di Aceh
Singapura Tetap Tempatkan Pasukannya di Indonesia
Rumah Sakit Kekurangan Stok Darah
Kurikulum Pendidikan di NAD Perlu Diperbaharui
Nasib 70 KK Warga Donggala Belum Diketahui
Ketika Aceh Memanggil Putra Daerah
Hari Pertama Sekolah, Anak-Anak Aceh Mendaftar Ulang
Jangan Sampai Isu Berbelok
Secara Prinsip Aceh Setuju Pembentukan Badan Otorita Aceh
Warga Nabire Telah Kembali
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data