|
Nasional
GOWA Kutuk Penganiayaan Farid Fakih
Kamis, 27 Januari 2005 | 16:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Goverment Watch (GOWA) mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan aparat kemanan TNI AU terhadap Koordinator GOWA Farid Fakih di Aceh kemarin.
GOWA menengarai, kejadian tersebut dipicu oleh beberapa pihak yang terusik dengan tindakan yang dilakukan Farid di daerah bencana ini
”Kami menilai ini adalah pembunuhan karakter pada Farid dan relawan lainnya,” kata Andi W. Syahputra, Sekretaris Eksekutif GOWA, Kamis(27/1) dalam siaran persnya di kantor LBH Indonesia Jakarta.
Farid ditahan oleh POM AU Lanud Iskandar Muda. Sewaktu ditangkap, Farid bersama enam relawan FPI sedang membawa barang yang diakui milik aparat. Terjadi adu mulut dan Farid menerima dua bogem mentah sehingga mukanya berdarah.
Farid berangkat ke Aceh 28 Desember 2004 usai terjadi gempa bumi. Disana, Koordinator GOWA ini melakukan kerja kemanusian dengan melakukan pendistribusian dan pengawasan bantuan bencana gempa dan tsunami. Satu bulan setelah musibah terjadi, Farid mengeluarkan pernyataan bahwa telah terjadi mark up jumlah pengungsi. “Saya kurang tahu, tapi mungkin ada kaitannya dengan mark up jumlah pengungsi yang dikemukakannya,” ujar Andi.
Selain mengungkapkan mark up jumlah pengungsi, Farid juga mengemukakan buruknya kinerja pendistribusian bantuan. Hal ini menyebabkan banyak bantuan yang mengalami kerusakan dan terbengkalai. sutarto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|