Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Dimulai, Pengerjaan Sebagian Konstruksi Banjir Kanal Timur
Kamis, 27 Januari 2005 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) mengalokasikan Rp 80,2 Miliar untuk pelaksanaan pembangunan konstruksi Banjir Kanal Timur (BKT) Tahun 2005.

Menurut Pitoyo Subandrio, pimpinan proyek BKT, Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PIPWACC), kepada wartawan Kamis (27/1) di Jakarta, seluruhnya merupakan dana yang telah disetujui untuk proyek BKT.

Menurut Pitoyo, sejumlah dana dari anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun konstruksi di tanah yang telah dibebaskan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta tahun 2004 seluas 66,9 hektar. “Kami akan mulai dari lokasi-lokasi yang memungkinkan alat-alat berat masuk,” kata Pitoyo.

Pelaksanaan proyeknya sendiri, menurut Pitoyo, BKT akan memberi kesempatan melalui tender terbuka kepada siapapun peminatnya. Tender yang akan dibuka ini termasuk enam paket konstruksi dan tiga paket konsultan proyek. Tender paket konstruksi ini masing-masing bernilai diatas Rp 10 miliar.

BKT, menurut Pitoyo, menjadi proyek penanganan banjir yang paling radikal selama ini. Toh Pitoyo tak menjamin banjir tak akan terjadi lagi di DKI Jakarta, usai proyek BKT selesai. “BKT bukan segalanya, karena hanya lima sungai yang airnya masuk kanal, disamping itu banyak lokasi-lokasi dalam areal BKT berupa cekungan,” ungkap Pitoyo. Kelak, tak kurang dari 270 kilometer persegi wilayah Jakarta akan masuk daerah kanal pengendali banjir ini.

Menurut perhitungan Pitoyo, jadwal pelaksanaan proyek BKT untuk tahun 2005 akan berlangsung antara bulan April sampai Oktober tahun ini. "Februari sampai Maret, kami usahakan proses tender untuk kontraktornya sudah selesai," kata Pitoyo. Dari luas tanah 66,9 hektar yang akan digarap tahun ini, 24,03 hektar masuk di wilayah Jakarta Utara dan sisanya di Jakarta Timur, termasuk Marunda, Ujung Menteng dan Rorotan.

Proyek kanal pengendali banjir ini, merupakan kerja sama antara Departemen Pekerjaan Umum dan Pemda DKI Jakarta. Menurut Pitoyo, dana dari APBN sebesar Rp 2,5 Triliun akan dipakai untuk penyelesaian konstruksi, sedang dari APBD senilai Rp 2,4 Triliun digunakan untuk pembebasan tanah.

Menurut Pitoyo, pihak pemerintah maupun Pemda DKI, menghindari pinjaman dari negara donor. Juga tidak ada dana dari konsorsium swasta nasional maupun asing, sehingga pembiayaannya kata Pitoyo, murni berasal dari APBN dan APBD.

Kelak, setelah pembangunan selesai, pengelolaan BKT akan diserahkan kepada Unit Manajemen Proyek BKT yang akan mengatur segala sesuatu tentang BKT. "Sekarang sedang dibahas SK Pengelolaannya, itu urusan Menteri PU dan Gubernur DKI," kata Pitoyo.

Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Antraen masyarakat korban banjir saat pembagian bantuan dari HSBC di Kel. Kapu dan Kel. Kapuk Muara di kantor Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta, 26 Maret 2002. [ TEMPO/ Lourentius EP; K7A/407/2002; 20020603 ]. Suasana banjir di jalan Deplu 3, Komplek Deplu, Jakarta, 15 Juni 2001 [Koran TEMPO/ Hariyanto; K2A/096/2001; 20010705].
Korban Banjir
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah akan Bangun Bendungan Seluas 200 Hektare
Pimilihan Kepala Daerah di Aceh Ditunda
Sampah Akibat Banjir Capai 4.200 Meter Kubik
Tiga Menteri Akan Berunding dengan GAM
Di Semarang, Penderita DB Terus Bertambah
Pintu Air Manggarai Sudah Tidak Memadai
Pintu Air Manggarai Tersumpal Sampah Membandel
Genangan Air di Jakarta Selatan Surut
Terjadi Penurunan, Tinggi Air Masih Diatas Ambang Normal
DKI Meminimalisir Banjir dengan Pompa
> selengkapnya...


Referensi

Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Paranoid dan Irasional
619 Pasien Dioperasi Gratis
Realisasi Akuisisi Rio Tinto Tertunda
Tol Penjaringan-Kebun Jeruk Selesai Juni 2009
Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data