|
Nasional
Komisi III DPR Menuai Malu Soal Gula Ilegal
Kamis, 27 Januari 2005 | 20:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pejabat dari radio Elsinta, radio Trijaya, dan Harian Batavia memenuhi panggilan DPR hari ini, Kamis (27/1) di gedung parlemen, Jakarta. Hanya pejabat dari Harian Suara Pembaharuan yang menolak hadir.
Komisi III, yang membidangi masalah hukum, memanggil untuk menjelaskan pemberitaan keempat media itu tentang dugaan komisi ini menerima suap sehubungan dengan pelelangan gula ilegal.
Djoko Edy Sucipto Abdurrahman dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) yang menjadi narasumber berita itu menceritakan, dia diwawancarai melalui telepon Selasa (25/1) oleh wartawan empat media itu dalam kesempatan berbeda. Mereka menanyakan soal kebenaran Komisi III dan VI telah menerima suap untuk menutup perkara perdagangan gula ilegal.
"Mereka bilang punya data, ya saya jawab belum terima uangnya," ujar Djoko. Ia menilai, persoalan ini cukup serius dan menunjukkan indikasi adanya pihak-pihak yang akan merugikan Komisi III.
Namun, dalam rapat tadi, yang dipimpin oleh Eakil Ketua Komisi Akil Mochtar itu, anggota parlemen harus menuai malu. Pasalnya, keempat media itu ternyata tak pernah memuat pernyataan Djoko tentang gula ilegal.
Anggota Komisi III pun bingung. Mereka akhirnya balik menyerang Djoko. Yang diserang memberi keterangan yang berubah-ubah, karena dari mengaku diwawancara via telepon, terus mengaku diwawancara langsung. "Keterangan saudara Djoko berubah-ubah, seperti cuaca Jakarta saja," kata Akil yang disambut tawa oleh forum.
Akirnya, sejumlah anggota Dewan meminta pemimpin Komisi mengakhiri rapat. "Tamu sudah menjelaskan dengan terang benderang. Kita sudahi saja dan lanjutkan dengan rapat internal," kata Panda Nababan, Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan.
Suliyanti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|