|
Nasional
DPR: Mengapa Menlu Tak Ikut Berunding dengan GAM?
Kamis, 27 Januari 2005 | 20:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Luar Negeri DPR mempertanyakan tak ikut sertanya Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda sebagai anggota delegasi perundingan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), di Helsinki, Finlandia. Di sisi lain, anggota Komisi juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap langkah pemerintah untuk berunding lagi.
Wirajuda menjawab, GAM adalah masalah dalam negeri. “GAM bukan entitas asing, jadi masalah GAM bukan urusan diplomasi,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela Rapat Kerja dengan Komisi I itu, Kamis (27/1).
Wirajuda membantah, dia tak diajak karena instansinya tak setuju dengan perundingan itu. “(Sekali lagi) ini bukan kompetensi Deplu untuk menjawabnya,” ujarnya tanpa mau menyebutkan pihak yang mempunyai kompetensi itu.
Ketua Komisi I Theo L. Sambuaga mengatakan, pertemuan dengan GAM di luar negeri dapat menurunkan posisi tawar Indonesia sebagai negara berdaulat. “Indonesia berhadapan dengan kelompok separatis dan faksionalis, mengirimkan perwakilannya setingkat menteri. Selain itu pertemuan tersebut di adakan di luar negeri. Ini akan menurunkan posisi tawar Indonesia, ucapnya.
Ade Nasution, Politikus Partai Bintang Reformasi mengkhawatirkan langkah pemerintah itu kian memberi angin segar gerakan separatis lain untuk mengikuti jejak GAM. “Saya sudah mendengar beberapa gerakan seperatis di daerah yang mengatakan akan meniru jejak GAM untuk memaksa pemerintah berdialog,” katanya.
Evy Flamboyant
INDEKS BERITA LAINNYA :
|