Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintahan Yudhoyono Dinilai Tidak Transparan
Jum'at, 28 Januari 2005 | 20:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Koalisi untuk Kebebasan Informasi menilai pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menerapkan prinsip transparansi, selama 100 hari ini. Koordinator Koalisi Agus Sudibyo mengatakan, setidaknya ada tiga kebijakan yang jadi indikasinya.

Pertama, pemerintah tidak menunjukkan niat baik untuk melanjutkan legislasi Rancangan Undang Undang Kebebasan Memperoleh Informasi Publik. Kedua, adanya instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 7/2004 tentang Penegakan Tertib Kerja Aparatur Departemen Dalam Negeri, yang mewajibkan seluruh jajaran Depdagri untuk menjaga dan tidak membocorkan, dan tidak memanfaatkan rahasia negara.

Ketiga, adanya pejabat dan menteri yang enggan menyerahkan daftar kekayaannya. Padahal, Presiden Yudhoyono sudah menetapkan 21 November 2004 sebagai batas akhir penyerahan daftar kekayaan. "Sampai batas itu dilewati, masih ada tujuh menteri dan pejabat setingkat menteri yang belum melaporkan kekayaannya," ujar Agus dalam diskusi di gedung Dewan Pers di Jl. Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (28/1). .

Menurut Sudibyo, indikasi lain yang bisa ditambahkan adalah adanya dua gubernur dan tiga departemen yang menolak ketika Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan mengaudit dana dekonsentrasi, September 2004 lalu. Lainnya, pemerintah juga tidak transparan soal rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Daftar ini bisa diperpanjang dengan masalah lain, seperti; tidak transparannya pemerintah soal hasil otopsi jasad aktivis hak asasi manusia Munir; tidak dipakainya prinsip transparansi dalam pengelolaan sistem pendidikan nasional; dan masih sulitnya akses publik terhadap putusan pengadilan.

Abbdul Manan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

MER-C: Kualitas Layanan Kesehatan Masih Jelek
Megawati Tak Mau Nilai Yudhoyono
Pengamat: Kepemimpinan Penyebab Kegagalan Program 100 Hari SBY-Kalla
Menteri Kesehatan Nyatakan Telah Laksanakan Program 100 Hari dengan Baik
Polisi Minta Doa Bisa Tangkap Azahari
Sidang Kabinet Bahas Kinerja 100 Hari
Mahasiswa Nilai Kinerja 100 Hari SBY-Kalla Buruk
Gubernur Sumsel Tanggapi Ringan Laporan Korupsi Dana PON
Riau Penuhi Target Pemberantasan Korupsi Program 100 Hari SBY
Jusuf Syakir: Kekayaan Penyelenggara Negara Harus Diumumkan
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data