|
Nasional
Menhan Anggap 100 Hari Isyarat Pemerintah Untuk Perbaikan
Sabtu, 29 Januari 2005 | 02:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meminta masyarakat tidak salah mempersepsikan program 10 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, yang diwawancara Tempo Jumat (28/1), di Gedung Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, program itu adalah isyarat pemerintah untuk melakukan perbaikan.
“Seratus hari itu langkah awal, yang penting masalah pembenahan anggaran pertahanan supaya transparan dan accountable (dapat dipertanggung jawabkan). Itu sudah cukup bagi saya,” ujarnya, yang sebelum ke CSIS menghadiri rapat penyempurnaan konsep Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), di Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Juwono menilai masyarakat terlalu berharap terjadinya perubahan besar, tanpa melihat perbaikan yang terjadi selama seratus hari itu. “Banyak hal yang tidak bisa dikuantifikasi, yang penting terjadi perbaikan,” ujarnya seraya mencontohkan keberhasilan pemerintah mengurangi korupsi.
Untuk bidang pertahanan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tidak berharap muluk-muluk, karena minimnya anggaran. “Yang penting 70 persen program kami tercapai dengan anggaran itu,” ucapnya.
Dalam presentasinya di Bappenas yang dihadiri Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati, Menteri Dalam Negeri M. Ma'ruf, dan beberapa pejabat tinggi lainnya, Juwono mengungkapkan, anggaran pertahanan jauh dari anggaran mininum yang ideal yakni hanya US$ 2.1 miliar dari yang seharusnya US$ 4.1 miliar. Karena itu, dia berharap departemennya bisa menerima anggaran sebesar tiga sampai empat persen PDB (Produk Domestik Bruto) untuk 10 sampai 15 tahun ke depan.
Saat ini anggaran pertahanan hanya satu persen PDB, atau mendekati empat persen APBN, yang terbagi menjadi 25 persen anggaran pembangunan, dan 75 persen anggaran rutin.
Sunariah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|