Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pembinaan Atlet Pelatnas Akan Gunakan Sistem Kontrak
Sabtu, 29 Januari 2005 | 18:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia akan membatasi jumlah atlet yang masuk pelatihan nasional (Pelatnas). Jika sebelumnya jumlah atlet yang masuk Pelatnas mencapai 60 sampai 100 orang, tahun ini dipatok paling banyak 30 orang atlet.

Mereka yang masuk Pelatnas adalah yang betul-betul menjadi ujung tombak pemain Indonesia untuk meraih juara di even-even internasional. Keputusan ini tertuang dalam rapat kerja nasional organisasi ini di Yoguakarta, Sabtu (29/1).

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi dan Pelatnas PB PBSI, Icuk Sugiarto menjelaskan, organisasinya akan menerapkan model kontrak kepada atlet Pelatnas yang baru masuk. Kontrak itu, kata dia, juga diberlakukan kepada para pelatih. Lama kontrak dua tahun yang bisa diperpanjang atau dihentikan di tengah jalan.

“Kami ingin menjadikan Peltanas sebagai lembaga yang prestisius. Kalau kemarin Pelatnas bisa dihuni 60 sampai 100 atlet, tapi nanti hanya akan diisi oleh atlet-atlet yang betul-betul sebagai ujung tombak saja," ujar Icuk.

Selama ini, kata dia, dana yang dikeluarkan cukup banyak kepada para atlet, tapi prestasi mereka biasa-biasa saja. "Bahkan ada atlet Peltanas yang tidak tidak menunjukkan kemajuan,” ungkap Icuk.

Para atlet yang ada sekarang. Icuk menambahkan, akan dievaluasi dedikasinya, prestasinya, dan kedisiplinannya. Jika memang atlet Pelatnas ternyata tidak sesuai yang diharapkan, kata Icuk, PB PBSI tidak segan-segan untuk mengeluarkan atlet tersebut dari Pelatnas.

Sementara itu, juru bicara PB PBSI Dedi 'Miing' Gumelar menambahkan, sistem kontrak bagi para atlet Pelatnas mulai diberlakukan Februari 2005 ini. PB PBSI, kata dia, tidak segan-segan untuk menghentikan atlet Pelatnas yang tidak menunjukkan kemajuan meski atlet tersebut berasal dari klub besar.

Syaiful Amin/Heru CN-Tempo



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data