Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pengungkapan Dua Saksi Kasus Munir Dinilai Sekadar Komoditas Politik
Minggu, 30 Januari 2005 | 05:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menganggap pengungkapan dua orang saksi untuk kasus Munir sebagai komoditi politik.

Usman Hamid, koordinator Kontras melihat adanya keterpaksaan pengungkapan dua orang saksi kasus Munir sebagai kemajuan program 100 Hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Saya rasa tidak proporsional dan kurang pas untuk diungkapkan" kata Usman. "Saksi (yang di Belanda) itu kan orang yang kebetulan duduk di sebelah Munir," lanjut dia, Sabtu (29/1) malam.

Melihat cara penanganan kasus ini sejak awal, Usman merasa tidak terlalu optimistis diperoleh titik terang kasus Munir. Walaupun dua orang saksi ini dianggap mengarah pada pengungkapan kasus Munir. "Mengingat waktunya sudah terlalu lama sejak 7 September 2004 (kematian Munir)," kata Usman. "Masih perlu pendalaman, terutama terhadap saksi," kata Usman.

Usman juga menilai penanganan polisi terkesan lamban dan tidak ada penjelasan pada publik. "Seharusnya Presiden memberikan deadline kepada Polri, apalagi Polri memiliki sumber daya personel dan wewenang yang penuh atas kasus ini," lanjut Usman.

Usman melihat sedikitnya ada tiga orang dalam seluruh jaringan perencanaan pembunuhan Munir. "Dari perencanaan pembunuhan, pemastian keberangkatan, lokasi tempat duduk Munir, semuanya memerlukan perencanaan yang melibatkan lebih dari tiga orang," kata Usman.

Menurut Usman, sebaiknya pemerintah Indonesia membuat kesepakatan kerja sama hukum antara dua negara atau lebih. "Supaya dapat mencapai mutual legal assistant (mla)," kata Usman. Karena saat ini penyelidikan kasus Munir terbentur dengan persyaratan yang ada dalam Konvensi Eropa. Yang menurut Usman, memang lumrah dalam hubungan diplomatik internasional.

Indonesia, kata dia, baru menerima sebagian dokumen otopsi dari pemerintah Belanda. "Dokumen BAP di Belanda dan sampel tubuh almarhum masih belum bisa (diperoleh)," kata Usman. Karenanya Usman berharap adanya upaya untuk pemenuhan dokumen yang ada di Belanda.

Fanny Febiana - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri)  dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003.  [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912]. Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri)  dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003.  [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912].
Rachland Nashidik dan Munir
Rachland Nashidik dan Munir

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dua Saksi Mengarah pada Kasus Pembunuhan Munir
Tim Pencari Fakta Kasus Munir Gelar Rapat Pertama
Mabes Polri akan Kirim Tim ke Belanda
Penumpang yang Duduk Dekat Munir akan Diperiksa
Perwira Tinggi Reserse Polri Masuk Tim Investigasi Munir
Tim Investigasi Kasus Munir Akan Diserahkan ke Presiden
Tim Independen Kasus Munir Tengah Dibahas di Mabes Polri
Kejaksaan Dilibatkan dalam Pembentukan Tim Investigasi Munir
Suciwati Serahkan Baju dan Laptop Munir
Suciwati Akan Melakukan Kampanye Internasional
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Kematian Munir

Website

Imparsial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data