Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Relokasi Pengungsi Mirip Pesan Hotel
Senin, 31 Januari 2005 | 07:55 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Sistem yang dipakai merelokasi pengungsi di Aceh mirip pemesanan hotel. "Siapa cepat dia dapat," ujar Kepala Staf Operasional Penanganan Bencana dan Pengungsi Aceh Budi Atmadi Adiputro kepada Tempo seusai rapat koordinasi di Kantor Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Minggu (31/1).

Management Adviser Penanganan Bencana dan Pengungsi Aceh, Rudi Setyo Purnomo, juga mengungkapl hal yang sama. Pengungsi yang cepat terdata akan cepat mendapatkan rumah semi permanen. Adapun pengungsi yang didata selanjutnya, akan mendapatkan rumah sesuai dengan persediaan rumah yang masih ada saat itu.

Proses relokasi memperhitungkan jarak dengan tempat pengungsian, dan tempat tinggal asal pengungsi. "Kami lakukan untuk menghindari perbedaan budaya," ujar Rudi.

Karena itu, formulir pendataan yang dilaksanakan sekarang bentuknya lebih lengkap. Dari data tempat tinggal sebelum bencana, sampai dengan kondisi rumahnya. Formulirnya mirip dengan kartu keluarga umumnya. Namun, keterangannya ditambah dengan kondisi anggota keluarga, apakah selamat, meninggal atau hilang. "Begitu juga dengan yang cacat dan luka," ujar Rudi.

Untuk ibu hamil pun didata, supaya nantinya di rumah-rumah itu ditempatkan bidan-bidan untuk menanganinya. Mengenai sekolah, bagi pengungsi yang sekolahnya jauh dari pusat relokasi, akan dibangun sekolah terdekat. Pengungsi juga didata pekerjaannya. "Misalnya banyak petani atau nelayan, maka akan dilakukan pembinaan di lokasi tersebut," kata Rudi.

Yang paling penting, masih menurut Rudi, setiap pengungsi mendapatkan nomor identitas. "Sehingga tidak mungkin ada isu penggelembungan jumlah pengungsi," ucapnya. Data yang masuk dalam jaringan komputer itu nantinya akan dibandingkan dengan data yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum.

Maria Ulfah


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hanya Lima Negara Yang Sudah Realisasikan Bantuan
MUI Minta Pemerintah Investigasi Adanya 30 Anak Aceh di Binjai
Pengungsi Akan Dipindahkan dari Kampus Unsyiah
20 Persen Sawah di Aceh Rusak Akibat Bencana
Empat Ormas Gugat Panglima TNI
Organisasi Islam Inggris Bantu Aceh Melalui NU
Farid Faqih Mengaku Sempat Dibawa Masuk Hutan
LSM Turki Gelar Lokakarya Penanganan Aceh Pasca Tsunami
MMI Haramkan Mayat Korban Tsunami Dibakar
Jenazah Ditemukan 103 Ribu
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data