Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ribuan TKI Ilegal Padati Pelabuhan Laut Malaysia
Senin, 31 Januari 2005 | 14:13 WIB

TEMPO Interaktif, Malaysia: Ribuan Tenaga Kerja Indonesia tidak berdokumen memadati Pelabuhan Kelang Selangor Malaysia, Senin (31/1). Kepadatan ini merupakan puncak penumpukan tenaga kerja kosong-sebutan ilegal tenaga kerja di Malaysia-yang bertepatan pada tenggat akhir masa pengampunan yang diberikan pemerintah Malaysia.

Selasa (1/2) besok TKI ilegal yang masih tetap bermukim di Malaysia terancam diburu para Rela-masyarakat sipil yang khusus direkrut untuk ini-dan polisi kerajaan Malaysia.

Salah seorang TKI, asal kisaran Medan, Andesta, 30 tahun, ketika ditemui Tempo mengaku akan kembali lagi ke Malaysia segera setelah pengurusan kartu izin bekerja di Malaysia beres. "Tidak ada peluang kerja di Tanah Air," ujar dia

Dengan gaji 1.500 ringgit perbulan (1 ringgit= Rp 2.300) belum termasuk makan gratis dan tempat tinggal di Kedai Makan Sri Utara di Kuala Lumpur. Saban bulan Andesta mengaku bisa mengirim uang ke kampung Rp 2-3 juta.

Menurut Aktivis Tenaganita Organisasi non Pemerintah yang menangani buruh migran di Malaysia Irene Fernandez, mengaku tak punya data pasti jumlah TKI yang pulang ke Indonesia. Tapi, dia memperkirakan jumlahnya mencapai 800 ribu yang pulang melalui pelabuhan laut.

Secara terpisah, aktivis Labour Resource Centre Khairul Anwar menjelaskan, setiap tenaga kerja ilegal yang pulang ke Indonesia harus menggunakan surat perjalanan laksana pasport atau paspor tendang. Paspor ini diberikan selama masa pengampunan berlangsung hanya untuk membantu proses pemulangan TKI ilegal ke Indonesia.

Istiqomatul-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana genangan air/ banjir di Pluit, telepon umum, deretan mobil,  Jakarta, 1996 [Dok. TEMPO; R1A/305/1996; 20010324]. Suasana genangan air/ banjir, tampak tiga orang murid SMA/ SMU berjalan dengan membuka sepatu di Pluit, Jakarta, 1996 [Dok. TEMPO; R1A/305/1996; 20010324].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

110 Orang Dosen Unsyiah Meninggal Akibat Tsunami
FKB Desak Pemerintah Tangani Aceh dengan Kebijakan Satu Pintu
Jepang Serahkan Bantuan Pompa untuk Atasi Banjir DKI
Tenaga Medis Asing di Aceh Sudah Cukup
Bulan Sabit Merah Dirikan Rumah Sakit Lagi di Aceh
Kapal Sapu Jagat Pelni Disiapkan Angkut TKI
Migran Care Demo di Kedubes Malaysia
Relokasi Pengungsi Mirip Pesan Hotel
Hanya Lima Negara Yang Sudah Realisasikan Bantuan
Air Banjir Kanal Timur Tidak Layak Untuk Diminum
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal
Polisi Sisir Kamar Mayat RSU Soetomo
Ryan dan Ariel Pernah Satu Tempat Kos
Menkum HAM Perbanyak Pemberian Remisi Narapidana
Tentara Siap Amankan Perbatasan RI – Timor Leste

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data