Relawan Untuk Satwa

Kamis, 03 Februari 2005 | 18:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Organisasi perlindungan satwa liar, ProFauna Indonesia mengirim tim relawan ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Berbeda dengan relawan lain, relawan ProFauna ini punya tujuan untuk memberi pengobatan, juga mengevakuasi satwa domestik dan liar. Pengobatan dan evakuasi satwa ini dilakukan untuk mencegah merebaknya penyakit yang bisa menular ke manusia.

"Satwa yang tidak terurus dan mati bisa menularkan penyakit ke manusia," kata Koordinator Tim Relawan ProFauna, drh Luki Kusuma Wardani kepada Tempo saat upacara pemberangkatan di Malang, Kamis (3/2). Menurut Luki, tidak terurusnya satwa korban bencana ini ditambah kondisi kelaparan akan membuat potensi berjangkitnya penyakit-penyakit, seperti salmonela.

"Kami khawatir setelah mengalami tsunami yang hebat, masyarakat bisa terkena bencana kedua, yaitu penyakit yang bisa ditularkan dari satwa," kata Luki. Di Aceh, ProFauna akan mengutamakan untuk memberi makan dan pengobatan bagi satwa ternak. Jika kondisi satwa-satwa tersebut sudah membaik, ProFauna akan memberi vaksin kepada satwa untuk mencegah beberapa penyakit.

Sebelum mengirim Tim Relawan, ProFauna sudah melakukan survei lapangan. Hasil survei menyebutkan, terdapat ribuan satwa domestik dan liar yang terlantar karena ditinggal pemiliknya. Satwa-satwa yang kelaparan tersebut berkeliaran di puing-puing bangunan, tumpukan sampah dan di jalanan untuk mencari makanan. Akibatnya ada banyak satwa yang mati tertabrak mobil.

Bibin Bintariadi (Malang)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: