Popularitas Anjlok, SBY Tak Peduli
Kamis, 03 Februari 2005 | 19:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, tidak peduli popularitasnya anjlok dimata masyarakat. SBY mengaku, “lebih berkonsentrasi agar pemerintahan terus bekerja keras demi kepentingan rakyat selama lima tahun ke depan,” ujarnya dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (KADIN), di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/2).
Presiden Yudhoyono mengaku banyak mendengar kritik dari berbagai kalangan atas kinerja 100 hari pemerintahannya. “Saya mendengar berbagai kritik seperti, Pemerintahan SBY Gagal, Popularitas SBY Menurun, I don’t care with my popularity,” kata SBY saat pidato. Pernyataan yang lantas disambut gemuruh tepuk tangan dari sekitar 600 peserta Rapimnas Kadin yang hadir dalam acara tersebut.
Presiden kemudian menjawab kritik beberapa kalangan yang mempersoalkan tidak mampunya pemerintah menciptakan lapangan kerja. SBY berargumentasi, di negara manapun, siapapun presidennya dan pemerintahannya, tidak akan mampu langsung menciptakan lapangan kerja hanya dalam waktu 100 hari.
“Tentu tidak bisa langsung menurunkan angka pengangguran terbuka sekarang ini dari 10 juta menjadi 5 juta orang, That’s impossible,” kata SBY. Presiden sendiri mengaku mengambil hikmah dari kritik tersebut. “Bahwa rakyat sangat membutuhkan lapangan kerja,” kata SBY. Untuk itu, menurt SBY, salah satu solusi yang diupayakannya adalah mempercepat pembangunan infrastruktur.
Yura Syahrul





