Pusat Trauma Untuk Anak dan Remaja Aceh

Kamis, 03 Februari 2005 | 22:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bersamaan dengan peresmian Pusat Pelayanan Keluarga Sakinah, hari Kamis (3/2), di banda Aceh, Nanggroe Aceh Daruissalam, diresmikan pula Children Center atau Jambo Aneuk Meutuah (Rumah untuk Anak yang Diberkati). Pendirian lembaga ini diprakarsai badan dunia untuk anak-anak, oleh Unicef.

"Kami yang melaksanakan kegiatan sehari-hari, Unicef yang menyelia," ujar Koordinator Children Center, Ridwan Salam dari Deputi Anak dan Remaja, Kementrian Pemberdayaan Perempuan di Kantor Children Center Banda Aceh, kepada TEMPO.

Selain Unicef dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), lembaga lain yang juga bertanggungjawab atas pusat trauma ini adalah Kementrian Pemberdayaan Perempuan (PP), Departemen Sosial dan Muhammadiyah.

Children Centre memiliki 80 relawan yang dilatih secara khusus untuk menangani pengungsi anak-anak dan remaja. Sebagian besar relawan (60 orang) didatangkan dari Jakarta, selebihnya merupakan tenaga lokal yang dimanfaatkan untuk menjembatani pengungsi dengan relawan jika ada masalah komunikasi.

Para relawan ini disebar di empat titik pengungsi, yakni Lhok Nga, Lhok Seumawe, Nagan Raya, dan Sigli. Program utama Children Center adalah pemulihan dari kondisi trauma ke kondisi normal dan unifikasi, mengembalikan anak-anak ke keluarganya.

Rencananya, Children Center akan beroperasi selama tiga bulan dengan evaluasi dari Unicef secara reguler. "Program ini bisa dilanjutkan jika penyandang dana (Unicef) menyetujui," ujar Ridwan.

Endri Kurniawati (Banda Aceh)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: