SPP Dibebaskan, Mahasiswa Unsyiah Tetap Demo
Sabtu, 12 Februari 2005 | 15:57 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Rektorat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), hari ini, Sabtu (12/02) telah mengeluarkan surat keputusan untuk membebaskan SPP semester genap 2004/2005. Menurut Pembantu Rektor I Unsyiah, Darni M. Daud, keputusan diambil sesuai dengan komitmen universitas untuk meringankan beban mahasiswa.
Darni mengatakan, sebelumnya rektorat hanya membebaskan SPP kepada sekitar 9.000 mahasiswa korban tsunami. Tetapi, setelah bernegosiasi dengan berbagai pihak untuk terus mengusahakan bantuan, pihak Unsyiah berhasil mengupayakan bebas SPP kepada seluruh mahasiswanya. Mahasiswa Unsyiah saat ini berjumlah sekitar 23.000 orang. Darni memperkirakan, pembebasa SPP senilai dengan Rp. 6 milyar.
Sebelumnya, mahasiswa berdemonstrasi karena Unsyiah tak membebaskan SPP. Mereka juga mengecam langkah rektorat yang tak mau menampung para pengungsi korban tsunami. Mahasiswa pun menuntut Rektor Unsyiah Abdi A. Wahab, mundur dari jabatannya.
Darni membantah, keputusan rektorat diambil karena desakan mahasiswa. ”Itu komitmen kami dari dulu, untuk bisa meringankan beban mahasiswa,” ujarnya kepada Tempo.
Namun, kebijakan baru itu ternyata tidak menyurutkan aksi mahasiswa untuk menuntut rektor mundur. Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unsyiah telah mendeklarasikan diri Penguasa Darurat Kampus Unsyiah. Mereka mulai menggalang bantuan untuk menduduki gedung rektorat. Gedung ini akan mereka gunakan sebagai tempat penampungan mahasiswa, dosen, dan karyawan yang kehilangan rumah akibat tsunami.
Menurut Irwansyah, Koordinator Aksi Mahasiswa, mereka akan terus melakukan aksi sampai Abdi mundur sebagai rektor. Abdi dinilai tidak mampu memimpim mahasiswa, dosen dan karyawan.
Adi Warsidi





