Lemhanas: Kinerja Menteri Kabinet Baru 40 Persen

Senin, 14 Februari 2005 | 15:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Gubernur Lemhanas Ermaya Suradinata mengatakan, pelaksanaan kebijakan strategis oleh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu masih berkisar 30-40 persen.

Menurutnya, ini terjadi karena pemahaman yang belum merata dikalangan menteri mengenai ide dari Presiden dan Wakil presiden. "Juga kekompakan yang perlu ditingkatkan," kata Ermaya usai diterima Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden.

Ermaya enggan mengelaborasi lebih lanjut mengenai nama-nama departemen yang dinilai masih kurang kinerjanya dalam peledakan dasar pembangunan lima tahun ke depan. "Itu menjadi kajian internal Lemhanas," kata dia.

Ia menyarankan, peran masing-masing menteri koordinator dalam melakukan pengawasan terhadap rencana pembangunan nasional yang digarap oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Dia mencontohkan peran kekompakan yang sebaiknya dilakukan oleh para menteri. Menteri Pemuda dan Olahraga, misalnya. Menurutnya, tidak perlu lagi mencampuri kegiatan teknis olahraga karena telah ditangani oleh Koni. "Menteri cukup membuat kebijakannya saja," kata dia.

Mengenai proses rekonstruksi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Ermaya menyatakan dukungannya terhadap rencana pembentukan badan pelaksana dibandingkan badan otorita. Menurutnya, badan pelaksana lebih cocok karena peran utama tetap dilaksanakan oleh lembaga pemerintahan daerah yang masih berjalan saat ini.

Sedangkan badan otoritas, lanjut dia, lebih cenderung untuk menghimpun seluruh kekuasaan baik pada level kepolisian daerah, komando daerah militer dan pemerintahaan daerah ke dalam dirinya.

Menurutnya lagi, masing-masing lembaga itu masih tetap berfungsi saat ini di Aceh. Untuk badan pelaksana, kata dia, badan ini diharapkan dapat langsung bertanggung jawab kepada Presiden, terutama berkaitan dengan penggunaan dana bantuan luar negeri.

Ermaya mengaku Wakil Presiden meminta lembaganya untuk memberikan kursus wawasan nasional dan kewaspadaan nasional terhadap Partai Golkar. Menurutnya, Lemhanas mampu menyediakan kursus itu tidak hanya kepada Golkar tapi juga partai-partai lainnya.

Budi Riza-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: