Relokasi Pengungsi Korban Tsunami Dimulai

Selasa, 15 Februari 2005 | 20:01 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Sekitar 3.503 pengungsi korban tsunami, Selasa (15/2) ini mulai pindah ke
barak yang dibangun pemerintah. "Para pengungsi yang direlokasi hari ini berasal dari
50 kamp pengungsian," kata Wakil Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Azwar Abubakar,
kepada pers Selasa (15/2). Sejak tsunami pada 26 Desember 2004, mereka tinggal di kamp
pengungsian seperti di tenda, gedung instansi pemerintah dan bangunan lainnya. Mulai hari
ini, mereka menetap di barak berupa rumah panggung yang terbuat dari papan.

Salah satu barak pengungsian adalah di Lambaro Sireun, Kabupaten Aceh Besar. Di barak ini
pengungsi berasal dari kamp di kompleks Sekolah Calon Tamtama (Secata) Mata Ie, dan kamp
lainnya di 24 lokasi yang tersebar di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Di Secata, Mata Ie yang dihuni 2.000 pengungsi, dua bus Damri membawa 501 jiwa yang
terdiri dari 31 keluarga. Mereka adalah para pengungsi dari Ulee Lheu, Punge Ujong,
Pelanggahan, Meunasah Bak'u dan Layeun Leupung. Menurut Rusli, pengungsi yang ikut hijrah,
pengungsi sisanya akan direlokasi secara bertahap. "Sambil menunggu kesiapan barak disana,"
kata Rusli.

Menurut Rusli, penentuan kloter relokasi ditetapkan oleh petugas kamp. "Kami
hanya terima jadwalnya saja, tak pernah ada diskusi," katanya. "Kami patuh saja, sebab
diberitahu kalau prioritas gelombang pertama ini adalah mereka yang misalnya, punya
bayi, orang tua yang sakit, jadi tidak ada masalah," lanjutnya.

Agus Hidayat-Tempo

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :