DPR Minta Pembelian Sukhoi Dilanjutkan

Rabu, 16 Februari 2005 | 14:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta kepada pemerintah untuk menolak surat Menteri Pertahanan yang membatalkan atau menunda pembelian pesawat tempur Sukhoi. "Masalah anggaran adalah masalah DPR bukan pemerintah," kata Permadi, anggota Komisi I dari PDIP ketika menyampaikan pertanyaan kepada Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Chappy Hakim dalam rapat dengar pendapat KASAU dan Komisi I DPR, Rabu (16/2).

Menurut Permadi, meskipun pemerintah menolak atau membatalkan pembelian Sukhoi, jika DPR sudah menyepakati pembelian maka kesepakatan itulah yang berlaku.

Pembelian Sukhoi merupakan salah satu cara menjawab krisis lemahnya peralatan Angkatan Udara. "Pesawat-pesawat kita harus kuat dan dilengkapi dengan senjata-senjata, jangan hanya pesawat yang bisa manuver tanpa senjata," ujarnya.

Permadi membandingkan kekuatan TNI sekarang dengan era tahun 60-an, yang saat itu TNI terkuat di Asia.

Selain kurangnya pesawat tempur, Permadi juga menilai, kekuatan radar juga harus dimaksimalkan. Meskipun jaman sekarang ini tidak mungkin lagi adanya perang terbuka tetapi subversi atau penyusupan pihak asing tetap mungkin terjadi. "Selama 24 jam radar-radar harus dihidupkan karena musuh-musuh kita tahu kapan radar kita hidup dan kapan mati," ujarnya. Di Atambua misalnya, radar di sana hanya hidup 6 jam sehari.

Agus Supriyanto






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: