Kecik Selewengkan Bantuan Kemanusiaan
Kamis, 17 Februari 2005 | 17:49 WIB
TEMPO Interaktif, Calang: Beberapa Kepala Desa atau yang biasa di Aceh disebut Kecik menyelewengkan bantuan
kemanusiaan untuk korban tsunami demi kepentingan pribadinya. Kecik Desa Suak Berkah, Teuku
In misalnya, kedapatan menyimpan barang bantuan ketika Tempo mendatangi rumahnya.
Ketika hendak masuk ke dalam rumahnya tirai tersingkap dan Tempo melihat barang bantuan
yang menumpuk. Ketika ditanya mengapa barang tersebut belum didistribusikan, ia menjawab
semua barang ini adalah titipan orang. Padahal di barang tersebut terdapat stiker atau
cap donatur pemberi bantuan.
Barang-barang bantuan tersebut seperti beras, gula, ikan asin, tampaknya dijual diwarung
miliknya. Ketika ditanya sudah lama berjualan, Teuku In menjawab, sudah dua minggu.
Kecurangan ini sudah lama dirasakan para pengungsi setelah pendistribusian barang bantuan
diserahkan marinir yang awalnya mengkoordinir bantuan kepada para Kecik. Malahan menurut
penuturan pengungsi, lebih banyak bagian rumah yang ditumpangi pengungsi ketimbang yang
didapat korban sendiri.
Selisihnya, rumah yang ditumpangi mendapat jatah dua pertiga dari bantuan dan pengungsi
sendiri hanya mendapat sepertiganya. Penyimpangan yang dilakukan para Kecik juga ditemukan
oleh para tim relawan dari Koalisi Masyarakat Sipil yang sedang membuka jalur bantuan di
daerah tersebut. "Hampir 90 persen Kecik di daerah ini bermasalah," ucap Ok Zulkarnain,
dari KMS, Kamis (17/2).
Beberapa desa, yang Keciknya diduga menyelewengkan bantuan untuk para pengungsi adalah Desa
Suak Berkah, Desa Fajar, Desa Kuala Ligan, dan Blank Dalam. Sementara itu, barang bantuan
juga menumpuk di Posko bantuan yang berada di Calang yang dikoordinir Marinir. Hal ini
disebabkan keterbatasan alat transportasi dan medan yang susah dilalui.
Hambali Batubara-Tempo





