Jatim Dukung Syaifullah Yusuf Jadi Ketua PKB
Kamis, 17 Februari 2005 | 19:09 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jatim lebih cenderung memilih Syaifullah Yusuf
dibanding figur lainnya seperti Muhaimin Iskandar atau Mahfud MD sebagai Ketua Tanfidziyah
dalam Muktamar PKB ke IV di Semarang 16-18 April mendatang. "Dibanding Muhaimin Iskandar,
nama Gus Ipul lebih mendapat tempat dari arus bawah," kata Fathurrosjid, Wakil Ketua DPW
PKB Jatim, di Surabaya, Kamis (17/2).
Menurutnya, dukungan terhadap Gus Ipul, panggilan Syaifullah Yusuf, berdasarkan hasil
kunjungan DPW PKB Jatim ke DPC-DPC PKB se-Jatim. "Hampir seluruh DPC-DPC di Jatim lebih
cenderung ke Gus Ipul," ujarnya. Dukungan kepada Gus Ipul sebenarnya pernah muncul pada
Muktamar Luar Biasa (MLB) di Yogyakarta, beberapa waktu lalu. "Waktu itu nama Gus Ipul
melambung. Hanya kita rem dulu," jelasnya.
Selain mendapat dukungan dari struktur PKB, Gus Ipul juga mendapatkan dukungan dari kiai
kultural maupun struktural NU. Pasalnya Gus Ipul dinilai mempunyai visi dan misi serta
program yang jelas serta mampu berkomunikasi lintas sektoral jauh lebih luas dan baik
dibanding figur calon ketua umum PKB lainnya.
Apalagi Gus Ipul mempunyai pengalaman politik yang tak sedikit, misalnya pernah menjadi
salah satu pimpinan di PDI-P, menjadi anggota FPDI-P, mantan aktivis HMI, dan kini masih
menjabat Ketua Umum GP Ansor dan salah satu Ketua DPP PKB. "Tapi Jatim belum memutuskan
siapa nanti yang didukung sebagai calon ketua umum," katanya lagi.
Kalau pun nanti Gus Ipul terpilih sebagai ketua umum PKB, kata Fathorrosjid, sebaiknya dia
tetap memegang jabatan sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. "Yang
penting kan bisa membagi waktu," katanya. Tapi, jika konstitusi PKB mengharamkan
perangkapan jabatan di partai dan eksekutif pemerintahan, Gus Ipul harus menanggalkan
jabatannya di pemerintahan.
Dukungan yang sama disampaikan oleh Arif Junaidi, Sekretaris DPW PKB Jatim. Menurutnya
Gus Ipul sudah memenuhi syarat menjadi Ketua Umum DPP PKB. Selain masih muda, Gus Ipul
mempunyai kemampuan untuk memimpin PKB lima tahun ke depan, dalam menghadapi proses
persaingan yang semakin ketat antar partai politik.
Adi Mawardi-Tempo





