Detasemen Meulaboh Kemungkinan Jadi Pangkalan Udara
Jum'at, 18 Februari 2005 | 19:52 WIB
TEMPO Interaktif, Meulaboh: Detasemen TNI AU Meulaboh kemungkinan besar akan menjadi pangkalan udara TNI di Bandara
Udara Cut Nyak Dien Meulaboh. Awalnya Detasemen ini dibangun untuk membantu kegiatan penerbangan
di Bandara Cut Nyak Dien pascabencana tsunami. Setelah kurang lebih satu bulan beroperasi TNI AU
merasa perlu dikembangkan menjadi pangkalan udara. "Jadi ada kemungkinan menjadi pangkalan udara," ujar
Marsekal Pertama Ganjar, Kaskoops I TNI AU saat meresmikan Datesemen TNI AU Meulaboh kepada Tempo
di Bandara Cut Nyak Dien, Jumat (18/2).
Lebih lanjut Ganjar menerangkan, di daerah-daerah terdapat jenjang struktur organisasi TNI mulai dari
pangkalan udara induk seperti yang ada di Pekanbaru, pangkalan udara operasional seperti di Medan,
detasemen dan terakhir pos TNI. Detasemen Meulaboh bertugas membantu tugas-tugas bandara dalam rangka
mengontrol kegiatan keluar masuk pesawat di Bandara Cut Nyak Dien dan Meulaboh untuk pendaratan
helikopter di kompi Senapan C Batalion 112 Darma Jaya. Saat ini menurutnya, sudah ditempatkan 64
personel TNI AU yang sebagian besar Paskhas TNI AU. "Selain bertugas untuk pengamanan juga pengendalian
pangkalan," ucapnya.
Rencana ke depan bandara ini dapat didarati pesawat Hercules dan Foker 28. Karena itu diperlukan usaha
untuk memperpanjang landasan dari 1.400 meter menjadi minimal 1.600 meter, pengerasan landasan, dan
perluasan tempat parkir pesawat. Sementara untuk Air Traffic Control dianggap sudah memadai dengan
radio jenis VHF, sumbangan Belanda dengan jarak 92 mil. Sedangkan menurut Kapten PSK Sholeh A. Hamid
Komandan Detasemen TNI AU Meulaboh saat ini Bandara Cut Nyak Dien sudah dapat didarati pesawat
Transall C160 milik Perancis, CN 235, dan pesawat Casssa.
Hambali Batubara-Tempo





