Tim Kasus Munir Kecewa Terhadap Garuda

Rabu, 23 Februari 2005 | 17:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Tim Pencari Fakta untuk kasus Munir, Brigjend Polisi Marsudhi Hanafi mengaku kecewa dengan manajemen PT Garuda Indonesia. Pasalnya pra rekrontruksi kematian Munir yang semestinya digelar Selasa malam (22/2), dibatalkan pihak Garuda dengan alasan tidak jelas. "Kita sudah memberikan tenggat waktu tiga minggu, itu saya kira sudah cukup untuk mempersiapkan kru dan pesawat Garuda," kata Marsudi kepada wartawan, Rabu (23/2) di Jakarta.

Menurut Marsudhi, sebelumnya pihak Garuda telah menyepakati waktu pelaksanaan pra rekonstruksi. Namun kemudian dibatalkan secara mendadak. "Mereka bilang ke penyidik, bahwa kru kabinnya tidak siap. Tidak siap dalam arti apa?" katanya.

Menurut Marsudhi seharusnya dalam waktu tiga minggu itu, pihak Garuda bisa mengatur jadual sehingga semua kru yang ikut dalam penerbangan Munir ke Belanda, tidak terbang saat pelaksanaan pra rekrontruksi ini. "Tapi itu tidak dilakukan Garuda," ujarnya.

Namun, meskipun kru kabin waktu pelaksanaan rekrontruksi sedang bertugas, menurut Marsudhi, seharusnya pihak Garuda bisa mengganti jaduala sehingga kru kabin bisa mengikuti proses pra rekontruksi. "Kalau alasannya kabin krunya sedang terbang, itukan bisa diganti untuk tidak terbang. tapi mengapa ini tidak dilakukan," katanya.

Marsudhi mengatakan akan segera mengirimkan surat kepada manajemen Garuda untuk mempertanyakan alasan pembatalan pelaksanaan pra rekontruksi kematian Munir. "Apa sebenarnya alasan mereka," ujarnya.

Di sisi lain Marsidhi menjelaskan tim penyidik Mabes Polri yang kirim ke Belanda sudah memeriksa dua saksi warga negara Belanda bernama Emily dan Mr. Lie. Selanjutnya besok Kamis (24/2) tim akan berangkat ke Frankfurt, Jerman untuk memeriksa Asiri, mahasiswa Indonesia yang ada di Munchen, Jerman.

Erwinda Dariyanto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: