Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Panglima TNI Tidak Setuju Persyaratan GAM
Rabu, 23 Pebruari 2005 | 22:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mempertanyakan keinginan pimpinan
Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menjalankan pemerintahan sendiri (self governmnet), sebagai
salah satu syarat menyelesaikan konflik antara GAM dan Indonesia.

Endriartono yang diwawancara usai mengikuti sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta,
Rabu (23/2), menegaskan jika pemerintahan sendiri yang dimaksudkan adalah bebas dan
melepaskan diri dari pemerintah pusat sama saja artinya dengan merdeka. "Ya merdeka
namanya," ujarnya sambil tertawa.

Seperti diberitakan, pimpinan GAM mengajukan sejumlah permintaan untuk menyelesaikan Aceh
kepada Pemerintah Indonesia. Di antaranya melaksanakan pemerintahan sendiri dan menarik
TNI dari Aceh. Permintaan diajukan dalam pembicaraan kedua dengan Pemerintah Indonesia,
yang berlangsung sejak 21 Februari di Helinski, Finlandia.

Menurut Endriartono, jika pemerintahan sendiri yang dimaksud adalah melaksanakan pemilihan
kepala daerah langsung (Pilkada), "Ya memang dalam proses," ujarnyaa. TNI, lanjutnya,
menyambut gembira jika GAM menerima tawaran otonomi khusus untuk Aceh. "Kalau dia (GAM)
mau menerima UU Otonomi Khusus adalah sesuatu yang harus kita sambut dengan bagus, asal
itu betul-betul tidak dilakukan atas dasar taktik saja, tapi untuk menyelesaikan dan
untuk kepentingan rakyat Aceh yang sebenarnya," paparnya.

Endriartono menjelaskan, penyelesaian masalah Aceh tidak harus dengan memisahkan diri,
apalagi mengangkat senjata. "Akan timbul korban, untuk apa ?," tegasnya sambil mengatakan
GAM dan pemerintah harus tetap mengupayakan mencari solusi yang terbaik untuk menyelesaikan
masalah Aceh. Namun, Endriartono tidak setuju dengan permintaan GAM untuk menarik TNI dari
Aceh.

Sunariah - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Iring-iringan panser dan kendaran operasional TNI (Tentara Nasional Indonesia) melintas bawah spanduk Murid Sekolah Menengah Umum (SMU) berseragam pramuka menyambut kedatangan Menko Politik dan Keamanan, Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Sosial, Bachtiar Chamsyah dengan membawa bendera kertas merah putih di desa Seunuddon , Aceh Utara, Sabtu, 7 Juni 2003. [TEMPO/ Rully Kesuma; Digital Image; 20030901].
TNI di Aceh
Penyambutan Kedatangan Menko Polkam di Aceh
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Lhok Nga Tanam Pohon
Kepala Bappenas: Rekonstruksi Aceh Baru Mulai Juni
Masyarakat Nelayan Enggan Direlokasi
TNI Bantu Rehabilitasi Lhok Nga
RI-GAM Bahas Proposal Otonomi Khusus
Da'i Bachtiar Tolak Penggabungan Polri dan TNI di bawah Dephan
Militer Spanyol Bantu Rekonstruksi Aceh
Negara Donor Minta Rencana Detail Rekonstruksi Aceh
Bill Clinton dan George Bush Bertemu SBY, Hari Ini
SBY akan Bertemu Clinton dan Bush, Besok
> selengkapnya...


Referensi

Operasi Militer di Aceh
Sejarah TNI AU
Bersemilah Damai di Aceh
Kisah Sedih di Hari Minggu
Kekuatan TNI AL
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
Keppres RI No. 2 Tahun 2004 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe
UU RI No. 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Propinsi NAD
> selengkapnya...

Website

Gerakan Aceh Merdeka
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Kepolisian Negara Republik Indonesia
TNI
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data