Pendukung Mega Juga Penentang Hak Prerogatif

Kamis, 24 Februari 2005 | 03:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua PDI Perjuangan Roy B.B. Janis kemarin mengatakan, terjadi antagonisme sikap kader di daerah menjelang Kongres II yang akan dilaksanakan di Bali, 28 Maret-3 April. Sikap bertentangan itu adalah banyak yang ingin Megawati Soekarnoputri kembali memimpin, tapi kebanyakan mereka pun ingin hak prerogatif ketua umum dihilangkan.
Ia mencontohkan, PDIP Bali adalah pendukung tanpa reserve Mega, tapi ingin hak istimewa itu dihapus atau setidaknya dialihkan menjadi hak pengurus pusat. Menurut Roy, sejumlah daerah penyokong utama Ketua Umum PDIP itu juga kritis terhadap hak prerogatif, misalnya, sebagian daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, dan Sumatera. "Di PDIP sedang terjadi diskursus soal hak prerogatif," ujarnya di kantor pusat PDIP, Lenteng Agung, Jakarta.
Penghapusan hak prerogatif dalam anggaran dasar sudah lama menjadi perdebatan di PDIP. Menjelang kongres, tuntutan itu datang lagi.
Rapat pengurus pusat yang dipimpin Mega pada Selasa pekan lalu sepakat hanya mengurangi hak itu, yakni yang berkaitan dengan masalah organisatoris. Rumusan revisi wewenang khusus ketua umum tadi dituangkan dalam rancangan perubahan anggaran dasar yang akan dibahas di kongres.
Menurut Roy, rancangan materi kongres yang dipersiapkan pengurus pusat hanya untuk panduan peserta. "Terserah peserta kongres, setuju nggak?"
Presidium Komite Pemurnian PDIP Amin Arjoso dalam keterangan persnya menilai, selayaknya hak prerogatif ditinjau kembali seiring dengan pendemokrasian PDIP. Juga formatur tunggal---yang diinginkan Mega---untuk menentukan susunan pengurus. "Daerah menghendaki formatur gabungan," katanya.

Jobpie Sugiharto-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: