Ryamizard: Jangan Jadi Bangsa Pemimpi
Kamis, 24 Februari 2005 | 11:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Ryamizard Ryacudu menyatakan dirinya tidak mau berandai-andai dirinya akan ditunjuk Presiden menjadi panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Endriartono Sutarto. "Jangan berandai-andai, jangan kita ini menjadi bangsa pemimpi," kata Ryamizard kepada wartawan, sebelum acara silaturahmi keluarga besar Angkatan Darat di Balai Sudirman Jakarta, Kamis (24/2).
Ryamizard juga menolak memberikan komentar tentang siapa-siapa yang akan menjadi orang nomor satu di TNI tersebut. "Saya nggak mau komentar, makin ruwet saja nanti," kata dia.
Mantan KSAD ini mengatakan, semua keputusan tentang pengangkatan panglima ada di tangan Presiden. "(Jadi) serahkan saja pada Presiden, yang tahu sekarang itu adalah Presiden dengan Tuhan," kata dia.
Sampai saat ini, Ryamizard belum diminta menjadi panglima. "Saya mendapat perintah beliau (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) untuk melaksanakan bakti TNI di Aceh," ujar Ryamizard.
Dalam silaturahmi keluarga besar Angkatan Darat tersebut hadir beberapa petinggi dan mantan petinggi Angkatan Darat diantaranya Jenderal Ryamizard Ryacudu, KSAD Letnan Jenderal Djoko Santoso, Jenderal (Purn.) Wiranto, Jenderal (Purn.) Hari Sabarno, Jenderal (Purn.) Tyasno Sudarto, Jenderal Purnawirawan Edy Sudradjat, Jenderal (Purn.) Subagyo HS, Jenderal (Purn.) Wismoyo Arismunandar, Letjen (Purn.) Suryadi Sudirja, Jenderal (Purn.) Agum Gumelar, dan Jenderal (Purn.) Kemal Idris.
Agus Supriyanto





